31/03/2026
LUMBO SACRAL TRAKTION
EXPERT TEKNIK
🔹 1. SENDI YANG TERPENGARUH
1. Sendi Lumbal (Facet Joint / Zygapophyseal Joint)
Terletak antar ruas L1–L5
Fungsi: mengontrol gerakan fleksi, ekstensi, rotasi
Efek teknik:
Membuka (dekompresi) facet joint
Mengurangi “locking” atau subluxasi ringan
Mengurangi tekanan akibat kompresi postural
2. Sendi Lumbosakral (L5–S1)
Titik transisi antara tulang lumbal dan sakrum
Area paling sering terjadi:
HNP (saraf kejepit)
Instabilitas
Efek teknik:
Mengurangi tekanan diskus intervertebralis
Membantu reposisi alignment L5 terhadap sakrum
Mengurangi kompresi akar saraf
3. Sendi Sacroiliac (SI Joint)
Menghubungkan sakrum dengan ilium (panggul)
Berperan dalam stabilitas panggul
Efek teknik:
Koreksi perbedaan tinggi panggul
Mengurangi “locking” SI joint
Menyeimbangkan distribusi beban kiri–kanan
🔹 2. OTOT YANG TERLIBAT
1. Otot Paraspinal (Erector Spinae & Multifidus)
Fungsi: stabilisasi tulang belakang
Efek teknik:
Relaksasi spasme otot
Mengurangi hipertonus akibat kompensasi postural
2. Quadratus Lumborum (QL)
Berperan dalam:
Elevasi panggul
Stabilitas lateral
Efek teknik:
Mengoreksi ketidakseimbangan kanan–kiri
Mengurangi nyeri pinggang satu sisi
3. Gluteus (Maximus, Medius, Minimus)
Fungsi utama: stabilisasi panggul
Efek teknik:
Aktivasi ulang otot stabilisator
Mengurangi kompensasi akibat pelvis miring
4. Piriformis & Deep Hip Rotators
Berkaitan langsung dengan saraf skiatik
Efek teknik:
Mengurangi tekanan pada saraf skiatik
Mengurangi nyeri menjalar ke kaki
5. Iliopsoas
Otot penghubung tulang belakang ke panggul
Efek teknik:
Mengurangi tarikan anterior pada lumbal
Membantu koreksi lordosis berlebih
🔹 3. LIGAMEN YANG TERPENGARUH
Ligamentum iliolumbale → stabilisasi L5 ke ilium
Ligamentum sacroiliac (anterior & posterior) → stabilitas panggul
Ligamentum longitudinal (anterior & posterior) → menjaga posisi diskus
Efek teknik:
Memberikan efek “stretch ringan” → meningkatkan elastisitas
Mengurangi kekakuan kronis
🔹 4. DAMPAK NEUROLOGIS
Dekompresi pada:
Akar saraf L4, L5, S1
Mengurangi:
Nyeri menjalar (sciatica)
Kesemutan / baal
Meningkatkan aliran impuls saraf
🔹 5. KESIMPULAN FUNGSI TEKNIK
Secara keseluruhan teknik ini bekerja melalui:
✅ Dekompresi sendi dan diskus
✅ Reposisi alignment lumbal–sakral
✅ Menyeimbangkan otot kanan–kiri
✅ Koreksi kemiringan panggul
✅ Mengurangi tekanan saraf
📘 SOP TEKNIK
Reposisi Lumbal–Sakral Traksi (Lumbo-Sacral Traction Reposition Methode)
🔹 1. TUJUAN TEKNIK
Mengoreksi malalignment L4–L5–S1
Mengurangi kompresi saraf (sciatic)
Menyeimbangkan tinggi panggul kanan–kiri
Mengatasi:
Nyeri pinggang bawah
HNP ringan–sedang
SI joint disfungsi
Pelvis tilt
🔹 2. INDIKASI
✔ Nyeri lumbal menjalar ke kaki
✔ Perbedaan tinggi panggul
✔ Spasme otot lumbar & glute
✔ Kekakuan L5–S1
✔ Gangguan postur (lordosis berlebih / pelvis miring)
🔹 3. KONTRAINDIKASI (WAJIB DIPERHATIKAN)
❌ Fraktur tulang belakang
❌ HNP berat dengan defisit neurologis berat
❌ Osteoporosis berat
❌ Tumor / infeksi tulang belakang
❌ Spondylolisthesis grade 4 tinggi
❌ Nyeri akut inflamasi berat
👉 Jika ragu → hindari teknik traksi kuat
🔹 4. POSISI PASIEN & TERAPIS
Posisi pasien:
Duduk rileks
Punggung sedikit fleksi
Tangan menyilang di dada
Posisi terapis:
Di belakang pasien pada posisi duduk
Kunci dada dan kaki pasien (seperti gambar)
Dada terapis sebagai fulcrum atau penahan
🔹 5. LANGKAH TEKNIK (STEP BY STEP)
1. Pre-Tension (Penguncian Awal)
Terapis mengunci tubuh pasien dengan mengengam kedua pergelangan tangan pasien serta polipteal pasien
Pastikan pelvis stabil
Cari titik restriksi dengan mengangkat kaki pasien mengunakan kaki terapis
(biasanya L4–S1)
2. Traksi Vertikal
Tarik tubuh pasien ke arah atas & belakang bersamaan atau jatuhkan badan terapis bersama pasien ke belakang
Tujuan:
Membuka diskus
Mengurangi kompresi saraf
3. Rotasi Ringan (Opsional) pada teknik lanjutan LUMBAL SACRAL TRACTION
Tambahkan miroring rotasi kecil kiri / kanan
Fokus:
SI joint
L5–S1 segment
4. Release / Thrust (Jika diperlukan)
Gerakan cepat, pendek, terkontrol
Tidak harus selalu ada bunyi “klik”
5. Relaksasi
Turunkan pasien perlahan dan langsung tidurkan pasien
Biarkan otot pasien beradaptasi
🔹 6. STRUKTUR YANG TERKOREKSI
✅ Sendi:
Facet joint lumbar
L5–S1 joint
Sacroiliac joint
✅ Otot:
Erector spinae
Multifidus
Quadratus lumborum
Gluteus medius & maximus
Piriformis
Iliopsoas
✅ Ligamen:
Iliolumbal
Sacroiliac ligament
Longitudinal ligament
🔹 7. EFEK TERAPI
🔽 Tekanan diskus berkurang
🔽 Nyeri saraf menurun
🔽 Spasme otot turun
🔼 Mobilitas meningkat
🔼 Alignment tulang membaik
🔹 8. KOMBINASI TEKNIK (REKOMENDASI PRAKTISI)
Untuk hasil maksimal, kombinasikan dengan:
✔ 1. Pelvic Leveling
Koreksi tinggi panggul
✔ 2. SI Joint Adjustment
Fokus pada ilium–sakrum
✔ 3. Release Otot (Trigger Point)
QL
Piriformis
Gluteus
✔ 4. Neuro Elektro Stimulator
Untuk relaksasi saraf & otot
🔹 9. TIPS PROFESIONAL
Gunakan tenaga dari tubuh, bukan tangan
Jangan memaksa jika ada resistensi kuat
Perhatikan respon pasien (nyeri menjalar = stop)
Lakukan evaluasi sebelum & sesudah
🔹 10. RED FLAG (HENTIKAN TEKNIK)
🚨 Nyeri tajam mendadak
🚨 Mati rasa bertambah
🚨 Kelemahan otot tiba-tiba
🚨 Pusing atau reaksi tidak normal
🔥 KESIMPULAN PRAKTISI
Teknik ini sangat efektif karena:
Menggabungkan traksi + rotasi + stabilisasi
Menyasar langsung segmen L5–S1 (kunci nyeri pinggang)
Memberikan efek cepat pada saraf dan otot