30/04/2026
Makna hari kartini tidak hanya sekedar seremoni untuk perempuan Tanah Air. Kita turut merayakan suara, mimpi, kebebasan, serta perjuangan perempuan dulu hingga sekarang. Di momen ini juga tak jarang jd momen refleksi tentang pilihan-pilihan hidup yg aku ambil, salah satunya tentang berkarir sebagai auditor pertanian organik.
Gak berasa udah 9 tahun nyemplung disini, udah khatam blusukan dari satu kebun ke kebun lainnya, real mendaki gunung lewati lembah, nyisir sungai, kelelep lumpur, ditempelin nyamuk, dicium lebah, diglendotin kutu ba*i, daaaan pengalaman2 unik lainnya demi bertemu dan menyapa ibu-bapak taniiii. Meski perjalanannya tak selalu mudah & menyenangkan, tapi aku bersyukur sekali karna melalui pekerjaan ini aku jd tau betapa beraninya aku sekaligus ceteknya ilmuku, betapa komoditas lokal kita bisa naik level bahkan mendunia dg praktik pertanian berkelanjutan + sertifikasi, juga betapa hangatnya sosok-sosok di pelosok. Walau capek, bosan, kadang otak mentok sampe pernah burnout dan tiba-tiba muak ngaudit, di momen ini aku cuma mau berterima kasih karna udah bertahan dan ga pernah nyerah ya, cik.
Kadang, semangat itu juga hadir dari sahabat & keluarga terdekat, dari sapa, senyum, dan ucapan tulus petani-petani yg aku jumpai, terutama dari sosok-sosok ibu yang ikut berupaya menyambung hidup, menyalakan cinta di keluarganya.
Yap! Menurutku, kartini itu ternyata dekat banget sm hidup kita. Kartini tidak selalu hadir dalam narasi yg besar; pendidikan, emansipasi, dan perjuangan. Seringkali, ia hidup dalam keseharian yang terus dijalani dan diciptakan. Selamat hari kartini, untuk perempuan yg berkarya, mengambil ruang, memberi makna dalam caranya sendiri.
Perempuan yang tetap hadir, berproses, dan menjalani hidup -- setiap hari.
Aku selalu percaya bahwa setiap perempuan memiliki cahaya dan ceritanya sendiri β¨π