30/07/2026
"Saya cuma minum whisky biar lebih tenang, kok."
Kalimat ini terdengar sederhana. Tapi, pernahkah kita bertanya, tenang... atau hanya mengalihkan rasa?
Alkohol bukan tombol mute untuk emosi negatif. Lebih mirip tombol snooze.
Masalah memang terasa diam untuk sementara. Namun ketika efeknya hilang, sering kali yang datang justru lebih berat: rasa cemas, penyesalan, tubuh yang lelah, bahkan masalah baru yang belum selesai.
Jika setiap stres, sedih, kecewa, atau kesepian selalu berujung pada segelas whisky, mungkin yang sebenarnya sedang dicari bukan minumannya.
Melainkan rasa aman, rasa lega, dan ketenangan yang belum ditemukan dengan cara yang lebih sehat.
Tidak perlu menghakimi diri sendiri.
Cobalah mulai dengan satu pertanyaan sederhana:
"Perasaan apa yang sebenarnya sedang saya hindari?"
Kesadaran adalah langkah pertama menuju perubahan.
Dan jika Anda merasa semakin sulit mengendalikan kebiasaan tersebut, jangan ragu mencari bantuan profesional. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Karena ketenangan yang sehat tidak membuat hidup semakin berantakan. Ia membantu Anda menghadapi hidup dengan lebih utuh.
Pernahkah Anda menggunakan sesuatu untuk "melarikan diri" dari perasaan?
Bagikan pendapat Anda di kolom komentar.