26/03/2018
Memahami apa hipnotis itu penting sebelum terapi. Bagi kawan-kawan hipnoterapis, memberi pemahaman yang benar tentang hipnotis kepada klien itu sangat penting.
Dalam sebuah sesi hipnoterapi, terutama pada sesi pertama, seorang terapis berkewajiban melakukan pre-induction atau wawancara prahipnosis. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk memahami sejauh mana klien paham tentang hipnoterapi dan memberikan pemahaman yang benar tentang hipnoterapi.
Mengapa hal ini penting? Ada tiga alasan utama. Pertama, jika klien salah paham tentang apa itu hipnosis, klien bisa memiliki ekspektasi yang berlebih terhadap hipnosis. Contohnya, klien berharap masalahnya pasti selesai dalam satu sesi saja atau klien berharap hipnosis dapat mengubah seseorang hanya dalam sekejap.
Alasan kedua adalah untuk meluruskan seperti apa hipnosis itu agar klien tidak salah sangka atas proses hipnosis. Ini penting karena banyak klien yang menganggap hipnoterapi itu sama seperti proses hipnotis yang mereka lihat di TV. Mereka tidak paham bahwa yang di TV itu adalah hiburan, yang tidak harus semua yang mereka lihat mencerminkan realita.
Alasan ketiga, yang paling penting, adalah agar proses terapi berjalan sesuai harapan. Yang terpenting dalam hipnoterapi adalah keyakinan klien terhadap terapis sehingga sugesti yang diberikan dapat lebih diyakini oleh klien. Untuk itu, klien harus merasa aman dan nyaman dan tidak memiliki keraguan untuk menjalani terapi. Nah rasa aman dan nyaman inilah yang dibangun dengan cara terapis jujur dalam proses prainduksi ini.
Bagi hipnoterapis, pantang untuk melupakan wawancara prainduksi ini walaupun sebelumnya klien pernah melalui hipnoterapi dengan terapis lainnya. Mengapa? Karena belum tentu terapis yang sebelumya sudah memberikan edukasi yang benar. Hal ini pernah terjadi di GuruHipno.
Terapis pernah tidak memberikan edukasi mengenai hipnosis terhadap klien yang sebelumnya pernah menjalani hipnoterapi di tempat lain. Ternyata klien masih beranggapan bahwa hipnoterapi itu adalah proses ajaib yang bisa menyelesaikan masalah dalam satu terapi dan bahwa terapis adalah orang berkekuatan ajaib yang dapat memerintah bawah sadar untuk melakukan apapun yang diperintahkan. Termasuk masih percaya bahwa dalam kondisi terhipnosis orang tidak bisa berbohong.
Hal ini baru diketahui oleh terapis kami setelah sesi kedua hipnoterapi saat klien bertanya mengapa tidak langsung dibuat hilang saja kenangan buruknya daripada harus melalui proses penerimaan atas kenangan buruk tersebut. Kemudian saat terapis tanyakan maksudnya bagaimana, klien pun menceritakan mengapa tidak seperti di acara tertentu yang orang dihipnosis dengan shock induction dan bisa melakukan apapun yang diperintahkan si penghipnosis.
Untungnya terapis GuruHipno segera menyadari bahwa ternyata sebelumnya klien tidak mendapatkan edukasi yang benar tentang hipnosis sehingga terapis bisa segera meluruskan semuanya dan setelahnya terapi berjalan lebih optimal.
Jadi, bagi klien GuruHIpno dan teman-teman hipnoterapis di luar sana, ingat bahwa proses prainduksi itu sangat penting. Bahkan dalam kurikulum Indonesia Hypnosis Association dikatakan, 75% keberhasilan hipnoterapi itu ditentukan dari proses prainduksinya.