01/08/2026
๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐
๐๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐๐๐ก๐๐ซ๐ฆ๐จ๐ง๐ข๐ฌ๐๐ง ๐๐ข๐๐ฎ๐ฉ ๐๐๐ค๐๐ฅ๐ ๐๐ข๐ฌ๐ค๐๐ฅ๐.
Ketika kita mendengar sebuah kata "melik" tentu di benak umat sedarma sudah identik dengan kematian atau bisa melihat makhluk halus.
Namun biar umat sedarma memahami, melik itu tidak semua mendatangkan kematian, ada juga mendatangkan kebaikan dan taksu yang sangat utama setelah orang "eling" pada dirinya untuk melaksanakan penebusan melik.
โ
๐๐๐๐๐ฐ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ฐ ๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐ ๐๐๐๐ฐ๐?
Ini sering menjadi pertanyaan orang yang awam tentang melik ini. Banyak cara untuk mengetahui orang melik, kalau kita mau belajar dan eling ajaran leluhur megama Bali, megama Hindu.
Banyak sebutan untuk orang melik, misalnya Manusa Metapak Dingin, Kepingit, Jatma Sususre, Manusa Mepaban Ngendih, Manusa Indigo (khusus orang yang bisa melihat alam niskala), Pemanumadian Pantes dll.
Apapun itu sebutannya, itulah keberagaman yang sangat indah dari daerah satu dengan daerah yang lainnya. Yang telah diwariskan oleh leluhur kita, untuk kita lestarikan bersama-sama.
Selain itu ada juga orang mengartikan "MELIK NELIK ". Kalau kita terjemahkan ke bahasa Indonesia, nelik itu artinya mata yang melotot. Kalau orang terbangun dari tidurnya dan dia melotot, berarti dia telah tersadarkan dari tidurnya.
Bisa juga jelaskan dengan kata kias jika dikaitkan dengan melik, bahkan orang melik harus NELIK/tersadarkan dirinya melik. Serta dirawat dengan baik secara niskala diawali dengan melaksanakan penebusan melik, agar meliknya berguna dan tidak jadi malapetaka.
Tapi selain NELIK diartikan tersadarkan, "NELIK" bisa juga dialami orang yang akan meninggal atau sudah meninggal. Buktinya orang mati kebanyakan nelik, terus ditutupi dengan tangan agar terpejam disertai doa.
Kalau seperti itu bisa juga melik nelik itu kita hiasi dengan pemaknaan kata kias "Datangnya kematian atau penyebab kematian orang melik". Tapi ini hanya kata kias, semakin pinter orang merangkainya bisa akan jadi indah dan semakin serem. Hehehe..
Namun di zaman sekarang ini sudah banyak "meboye"dengan ajaran Leluhurnya terdahulu tentang hal-hal niskala. Karena segala hal selalu dicerna dengan logika.
Padahal kalau urusan niskala dilogikan terkadang tidak masuk logika. Karena urusan niskala, merupakan urusan keyakinan serta rahasia alam yang tentu hanya dirasakan orang bersangkutan sesuai keyakinan.
Terkait melik, sekarang banyak orang membuat postingan, video tentang melik. Kadang dibuat berseberangan agar viral, terkadang baru tau sedikit referensi dari membaca buku, atau di download dari online sudah merasa tau tentang melik, melebihi kuasa Tuhan. Semua disalahkan sesuai dengan pemahamannya, padahal tanpa sadar dia telah merasa lebih pinter dari leluhurnya dengan pemikiran egonya.
Sadarlilah referensi melik itu tidak saja berpaku pada pengetahuan yang ditulis. Namun ada juga referensi niskala yang diberikan kepada orang khusus yang menjadi pilihan yang Ida Sang Hyang Widhi. Disana akan banyak yang datang dan terselamatkan karena bakti dan keyakinannya.
Sejatinya kita hidup ini atas kuasa dari Ida Sang Hyang Widhi, apapun yang ada di dunia ini atas ciptaan Beliau. Kita harus belajar untuk memahami melihat sisi baiknya serta menghilangkan dari sisi buruknya sesuai dengan aturan dan keyakinan yang selalu diajarkan para leluhur terdahulu.
Jika diibaratkan leluhur kita orang tua yang menasehati anaknya, misalnya ada di dekat jurang.
Orang tua pasti akan mengingatkan "Eh...cening de kemu, jurang ditu, melahang ulung, bisa belah sirah ceninge, bisa cening mati salah pati". Kata kata dari orang tua ini sangat keras, mengingatkan anaknya, tujuannya agar anak itu terhindar dari mara bahaya.
Sekarang tergantung anak itu, kalau dia menuruti kata kata orang tuanya, pasti dia akan mendapatkan kebaikan. Kalau tidak, silahkan teman-teman pembaca renungkan sendiri.
Sama halnya terkait melik ini, kami berusaha memberi tahu, teman-teman pembaca agar menjadi sebuah pengetahuan dan tentu kalau teman yang mengalami kelahiran melik bisa diantisipasi sejak mengatakan "mencegah lebih baik dari mengobati".
Banyak yang tidak percaya hal niskala, ketika bayune nu gede. Yening kari seger napi dados orang, Ida Bhatara orang sing ada dados, yen suba ten yakin dan meboye". Namun ketika sudah sakit tak sembuh sembuh baru kesana kesini bawa canang nunas Urip, tentu hal seperti ini patut direnungkan.
Selain itu ada juga orang yang baru bisa berteori belum menjadi Praktisi, mengatakan Melik itu tidak ada apa, cukup berdoa saja dan berpikir positif.
Mereka itu tidak mengalami bisa saja mereka berkata seperti itu, tapi bagi yang mengalami mereka akan sulit menerima itu karena hidupnya dalam penderitaan hidup, rejeki seret, dan kesakitan atau ada salah satu keluarganya sudah meninggal karena melik.
Sama seperti melihat orang sakit dirumah sakit, pasien tidak hanya cukup dengan berpikir positif dan berdoa, TAPI MEMERLUKAN TINDAKAN MEDIS UNTUK KESEHATANNYA.
Begitu juga halnya seperti penyakit niskala dan melik, tidak cukup hanya berdoa dan berpikir positif, semua perlu TINDAKAN SESUAI PETUNJUK NISKALA.
KEMBALI KAMI TEGASKAN, KAMI HANYA MENGINGATKAN, KARENA INI MASALAH KEYAKINAN YANG DIAJARKAN OLEH PARA TETUA KITA DULU MELALUI WEJANGAN, SASTRA SASTRA, PAWISIK DAN LAIN SEBAGAINYA.
JIKA TEMAN-TEMAN PEMBACA, MASIH MEYAKINI AJARAN LELUHUR KITA TERDAHULU, MARI KITA TEMPUH "PEMARGI PEMARGI NISKALA" AGAR SEMUA MENJADI BAIK.
TAPI KALAU TEMAN-TEMAN TIDAK MEYAKINI ATAU MEBOYE, ITU ADALAH HAK PRIBADI. TAPI PESAN TERAKHIR KAMI " JANGAN MENYESALI KETIKA SEMUA EFEK MELIK ITU TERJADI PADA KEHIDUPAN DI MASA YANG AKAN DATANG".
โ
๐๐๐๐ฐ๐๐ฐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ฐ ๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐ ๐๐๐๐ฐ๐.
1. NGALUANG/NUNAS BAOS. Melik itu biasanya bisa diketahui ketika orang "ngaluang" / mepeluasan setelah seorang anak lahir diatas 42 hari.
Biasanya disana akan dijelaskan, siapa leluhur yang manumadi dan akan dijelaskan p**a jika anak yang terlahir itu melik.
Hal yang terlihat pada fase ini adalah melik khusus panumadian saja (artinya kelahirannya memang melik dari roh yang reinkarnasi). Serta akan diingatkan saat itu oleh leluhurnya untuk ditebusin atau extra khusus untuk merawat hidupnya.
2. MEWACAKAN KELAHIRAN. Orang melik itu bisa diketahui dari kelahirannya, dari lontar kelahiran atau lontar yang mengisahkan/menjelaskan tentang melik.
Misalnya kalau dari gabungan Wariga, Saptawara, Pancarawa & Wukunya tersirat misalnya orang akan meninggal salah pati, meninggal tenggelam atau umur pendek. Maka orang ini ketika meninggal akan disebut melik atau kelahiran melik.
Hasil wacakan dari wariga ini akan diketahui ketika orang bersangkutan datang ke tempat mewacakan yang memang mendalami wacakan kelahiran dan kemelikan jatma manusia.
3. DITENUNG SECARA NISKALA. Orang melik biasanya akan bisa dilihat oleh orang yang mempunyai spiritual yang tinggi.
Maka sering terjadi ketika orang tangkil ke tempat spiritual atau tempat suci. Pemangku atau tokoh spiritual disana akan keceplosan bilang " nike anak ibu/bapak melik".
Mungkin alam berusaha membantu umatnya dengan jembatan orang suci tersebut untuk mengetahui meliknya. Tujuan terbaiknya agar bisa segera ditebusin dan tidak mendatangkan hal yang tidak diinginkan.
4. KETIKA SALAH PATI ULAH PATI. Artinya orang melik juga bisa diketahui melik, ketika dia sudah meninggal dengan tidak wajar, misalnya tabrakan, tertimpa kayu, mati tenggelam, bunuh diri dll. Karena saat mepeluasan leluhur/roh nya sendiri akan mengatakan dia melik. Karena lambat ditebusin mengakibatkan meninggal tidak wajar.
5. KETIKA KEBANG SAMAR/MEMEDI. Orang melik seperti ini akan hilang dari kehidupan ini tanpa jejak. Bisa dipantai, ditegalan, disawah, atau dirumah juga ada. Terus keluarganya akan mencari dengan membawa & menabuhkan gamelan beleganjur, keliling tukad tegalan, hutan dll. Pernah teman-teman lihat prosesi ini ? Hal hal seperti ini sering ada, dan beberapa kali sudah ada yang ngapload videonya ke media sosial.
6. BERADA DI PUNCAK PUNCAK KEMATIAN. Orang melik seperti ini biasanya diketahui, ketika orang ini sakit keras. Segala obat tidak bisa menyembuhkan di medis. Karena tak kunjung sembuh, keluarga akan mengambil jalan niskala. Dengan mepeluasan maka leluhurnya akan mengatakan orang ini melik.
๐ Silahkan Konsultasi SECARA GRATIS WA 081 33 63 63 51
๐ BERIKUT INI KAMI JABARKAN RANGKUMAN BERBAGAI JENIS MELIK DARI BERBAGAI SUMBER.
UNTUK DIPAHAMI DAN DIMENGERTI, SERTA DIJADIKAN ILMU PENGETAHUAN UNTUK KEHIDUPAN KE DEPAN.
Ada Beberapa Jenis Melik, Melik Adnyana, Melik Ceciren, Melik Kelahiran.
MELIK ADNYANA/WIDHI, Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi ke Pura, Ketemu Orang Pakaian Putih, Ketemu Petapakan Bhatara (Rangda atau Barong), Mimpi Bersenggama dengan orang tak dikenal/keluarga, Mimpi Mesiat dengan Leak. Celakanya kalau dia (orang melik) kalah dalam mesiat lawan Leak, besok ia akan sakit dan bahkan meninggal saat tidur.
Orang melik adnyana biasanya berpotensi jadi Balian atau Mangku kalau dia punya keturunan/waris mangku/Balian dan senang belajar spiritual.
Kalau meliknya sudah keras, lama ditebusin orang melik adnyana ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkomunikasi dengannya.
TANDA TANDA MELIK CECIREN
1.MELIK CAKRA, Artinya Ada berupa salah satu senjata dewata nawa sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.
2. Kadengan Apit Wangke, ada kadengan di kelamin/disekitaranya. Kadengan Celedung Nginyah ada di tengah tengah alis.
3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Jari Tangan/Kaki Lebih, 7. Lidah Poleng, 8.Isuan Lebih dari satu dll.
MELIK KELAHIRAN:
1. Orang yang lahir di Wuku Wayang
2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )
3. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungkan tali pusar )
4. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar/tidak menangis )
5. Jempina ( anak lahir premature )
6. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )
7. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )
8. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )
9. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )
10. Julung sarab / julung macan / julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )
11. Walika ( orang kerdil )
12. Wujil ( orang cebol )
13. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )
14. Buncing / Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )
15. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )
16. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara โ perempuan โ laki โ perempuan )
17. Telaga Apit Pancoran ( laki โ perempuan โ laki )
18. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )
19. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )
20. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)
21.Lulang ( Bersaudara 2, Keduanya Perempuan )
22. Luluta ( Bersaudara 3, Ketiganya Lelaki )
23. Kedukan ( Bersaudara 3, Ketiganya perempuan )
24. Melik Rangda Tiga, Lahir Wuku Wariga, Warigadian, Pujut, Pahang, Prangbakat
25. Melik Nemu Kala Pati, Wuku Tolu, Dunggulan, Menail, Dukut, Klawu
26. Lintang Bade, Wuku Ukir, Watugunung, & Kamis Pon
27. Melik Waspenganten, Wuku Tolu, Krulut, Dunggulan, Menail, Dukut
Selain kelahiran melik diatas ada juga beberapa kelahiran yang sangat memerlukan ruwatan khusus, untuk menetralisir efek negative kelahiran yang sangat lebih dominan mempengaruhi kelahiran seseorang.
KELAHIRAN MENURUT WUKU : Diantaranya Wuku Sinta, Ukir, Kulantir, Gumbreg, Wariga, Warigadian, Sungsang, Dunggulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Merakih, Tambir, Medangkungan, Uye, Perangbakat, Bala, Wayang, Dukut, dan Watugunung.
KELAHIRAN MENURUT SAPTAWARA PANCAWARA, Diantaranya : Redite Umanis, Redite Pon, Redite Kliwon, Coma Paing, Coma Pon, Coma Kliwon, Anggara Umanis, Anggara Wage, Anggara Kliwon, Buda Umanis, Buda Wage, Buda Kliwon, Wraspati Umanis, Wraspati Pahing, Wraspati Pon, Wraspati Kliwon, Sukra Umanis, Sukra Umanis, Sukra Paing, Sukra Pon, Sukra Kliwon, Saniscara Umanis, Sanicara Wage, Sanicara Kliwon.
Dari Kelahiran di atas, menurut Saptawara, Pancawa & Wuku, sebenarnya ada yang indikasi melik, ada yang Lintang Panes, Membuat Rejeki Merosot, Kesakitan, Mandul dll. Namun tidak bisa kami jelaskan satu persatu, karena terlalu panjang penjabarannya.
Untuk lebih jelasnya silahkan saja, datang ke Gedong Suci Usadha Agung Untuk Mewacakan Kelahiran, sambil Ngelereh Sewitra, Nanti kita bahas bersama sama.
HATI-HATI METEBUSAN MELIK, JANGAN ASAL PRAGAT, ASAL PAEK, ASAL ENGGAL. NAMUN TIDAK SESUAI TIDAK METAKSU & SESUAI KARENA SASTRA.
BANYAK YANG METEBUSAN MELIK ULANG DI GEDONG SUCI, KARNA HAL INI YANG TIDAK DIKETAHUI.
Ada 5 Hal Yang Harus Benar Diperhatikan Saat Ingin Metebusan Melik, Agar Efeknya secara niskala memang baik, tidak hanya sekadar seremonial belaka.
Di Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala, ribuan orang sudah melaksanakan penebusan segala jenis melik dan upacara lainnya.
1. Menurut petuah ajaran leluhur, tetua terdahulu dan tokoh-tokoh spiritual yang memahami sarinin sastra kelahiran melik' banyak yang menyarankan dan meyakini bahwa orang melik sebaiknya mendapatkan penglukatan Sudha Mala dan Asta Pungku dari seorang Dalang Samirana saat melaksanakan penebusan/pebayuhan/metubah melik.
Mungkin teman-teman pernah lihat ketika ada instansi pemerintah atau yayasan yang mengadakan penebusan melik massal & Salah Leger massal, pasti disana ada Dalang Samirananya.
2. Seorang Dalang Samirana itu juga harus mempunyai TAKSU YANG BAIK. Terbuktikan oleh banyak punya murid dan banyak umat yang datang untuk melaksanakan upacara. Agar mantra yang diucapkan benar "nyusup" pada orang yang di upacarai. Ciri kalau tidak/kurang metaksu, jarang/tidak akan ada orang yang mencari.
3. Radius Penebusan Melik, akan sangat dasyat secara niskala jika di dukung oleh tempat. Misalnya langsung di Ajeng Sesuwunan, tidak dilapangan, parkiran atau tempat umum lainnya. Sama halnya seperti kita sembahyang di Pura dan di Lapangan,kan memang lain rasanya. Serta kebetulan penebusan melik langsung di Gedong Suci dilaksanakan di Ajeng 26 Sesuwunan yang melinggih di Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala.
4. Tapak Widhi, Saat Prosesi acara Penebusan, Ida Sesuwunan langsung tedun Napak Umat. Hingga yang kena gangguan niskala, misalnya di ganggu wong samar, cetik, pepasangan, bebai, akan langsung keluar di tempat, tanpa di sentuh Jro Dalang.
Teman-teman yang ikut nanti, tentu akan merasakan merinding sekali, betapa sakralnya peristiwa itu, peserta mendadak kesurupan, dan lain sebagainya. INI TIDAK ADA DI TEMPAT LAIN KHUSUS DI GEDONG SUCI.
5. BANYAK YANG TIDAK TAHU, mana penebusan melik, mana bayuh oton, mana bayuh petemon, mana bayuh manusa kesakitan, mana bayuh manusa atma katuran dll.
๐ ๐๐๐๐ฐ๐๐ ๐๐๐๐ฐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐ ๐๐ฐ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ฐ๐. ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐.
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
๐๐๐ฅ๐๐ฌ๐ & ๐๐๐ฆ๐ข๐ฌ: ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐๐:๐๐ โ ๐๐:๐๐ ๐๐ข๐ญ๐
๐๐๐๐ญ๐ฎ & ๐๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ: ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐๐:๐๐ โ ๐๐:๐๐ ๐๐ข๐ญ๐
๐๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข/๐๐๐๐ญ๐๐ซ ๐๐ฅ๐ฉ WA 081 246 887 662
๐๐๐๐๐๐ : ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐
๐๐๐ง๐ฃ๐๐ซ ๐๐๐ง๐ ๐จ๐ฌ๐๐ค๐๐ง, ๐๐๐ฌ๐ ๐๐๐ฌ, ๐๐๐๐๐ฆ๐๐ญ๐๐ง, ๐๐๐ฎ๐, ๐๐๐๐ฎ๐ฉ๐๐ญ๐๐ง ๐๐ข๐๐ง๐ฒ๐๐ซ. ๐๐๐ฅ๐๐ญ๐๐ง ๐๐ฎ๐ซ๐ ๐๐๐ฌ๐ ๐๐๐ง ๐๐ฎ๐ฌ๐๐ก, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐.
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ฐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฐ๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐ฐ, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฐ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ฐ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐, & ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฐ ๐๐๐๐๐๐๐ฐ๐ ๐๐๐๐ฐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐.