14/04/2023
Inilah Gejala Penyakit Kencing Nanah Gonore Pada WAnita!
Kencing nanah atau gonore adalah salah satu penyakit menular seksual. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, meski umumnya dialami oleh pria. Gonore biasanya terjadi di bagian tubuh yang hangat dan lembap, seperti kelamin, a**s, atau tenggorokan.
Gonore umumnya tidak menimbulkan gejala, terutama pada wanita. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, gonore dapat menimbulkan komplikasi yang serius, seperti radang panggul pada wanita, serta epididimitis pada pria. Oleh karena itu, pengobatan gonore harus dilakukan secara tepat dan segera.
> Penyebab dan Gejala Gonore
Gonore disebabkan oleh infeksi bakteri yang menular melalui hubungan intim, termasuk seks oral (lewat mulut) dan seks a**l (lewat a**s). Seseorang lebih berisiko terkena gonore jika melakukan hubungan seksual yang tidak aman, misalnya sering berganti pasangan seks dan tidak menggunakan kondom.
Gonore dapat terjadi pada siapa saja, tetapi gejala yang muncul pada pria dan wanita berbeda. Gejala pada pria berupa keluarnya nanah dari p***s dan sakit saat buang air kecil. Sedangkan pada wanita, gonore bisa menimbulkan keputihan yang terus-menerus dan perdarahan di luar masa menstruasi.
Gonore juga dapat terjadi pada bayi akibat tertular dari ibunya selama proses persalinan. Bayi yang terkena gonore dapat mengalami keluhan berupa mata kemerahan dan mengeluarkan nanah.
> Pengobatan dan Pencegahan Gonore
Pengobatan utama penyakit gonore adalah dengan pemberian antibiotik. Perlu diingat bahwa pasangan seksual penderita juga perlu diobati, karena kemungkinan besar juga menderita gonore.
Seperti disebutkan di atas, penyakit ini menular melalui hubungan intim. Oleh sebab itu, cara mencegah penyakit ini adalah dengan melakukan hubungan seksual yang aman, seperti menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan seks.
>Penyebab Gonore
Gonore atau kencing nanah disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyebaran bakteri ini dapat terjadi melalui:
* Hubungan seksual, baik melalui va**na, mulut, atau a**s
* Penggunaan bersama alat bantu seks, terutama jika tidak dibersihkan
* Kontak dari kulit ke kulit, misalnya setelah menyentuh kelamin pasangan yang terinfeksi, lalu menyentuh kelamin sendiri
Selain melalui beberapa cara di atas, gonore juga dapat menular dari ibu hamil yang terinfeksi bakteri gonorrhoeae ke bayi yang dikandungnya saat proses persalinan melalui va**na.
Perlu diingat, meski gonore merupakan penyakit yang menular, gonore tidak dapat menular melalui ciuman atau pelukan. Gonore juga tidak bisa menular melalui media tertentu, seperti handuk, pakaian, alat makan, atau toilet duduk.
> Faktor Risiko Gonore
Gonore dapat terjadi pada siapa saja yang telah aktif secara seksual. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gonore adalah:
- Memiliki pasangan seks lebih dari satu
- Memiliki pasangan seks yang sering bergonta-ganti pasangan
- Berhubungan seksual dengan seseorang yang tidak diketahui riwayat seksualnya
- Telah aktif berhubungan seksual sejak usia yang relatif muda
- Berhubungan seks tanpa mengenakan kondom
- Pernah menderita gonore atau penyakit menular seksual lainnya
> Gejala Gonore
Gonore umumnya menimbulkan gejala pada organ kelamin. Gejala penyakit ini berbeda antara pria dengan wanita. Bahkan, gonore sering kali tidak menimbulkan gejala pada wanita.
Gejala gonore pada pria meliputi:
- Keluar nanah pada ujung p***s
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Nyeri dan pembengkakan pada salah satu te**is
- Pembengkakan dan kemerahan pada ujung p***s
Sementara itu, gejala gonore pada wanita di antaranya:
- Keputihan secara terus-menerus
- Keluar darah dari va**na setelah melakukan hubungan seksual
- Keluar darah dari va**na ketika tidak sedang menstruasi
- Menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari biasanya
- Nyeri saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan intim
- Sering buang air kecil
- Sakit perut dan panggul
Selain pada kelamin, gonore juga dapat terjadi pada organ tubuh lain. Masing-masing organ yang terkena gonore akan memunculkan gejala yang berbeda, seperti:
- Gonore pada a**s, dengan gejala berupa a**s gatal, dan keluar darah atau nanah dari a**s
- Gonore pada sendi, dengan gejala berupa radang sendi, yaitu kemerahan, pembengkakan, dan nyeri saat digerakkan
- Gonore pada tenggorokan, dengan gejala berupa sakit tenggorokan yang sulit sembuh, dan munculnya benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
- Gonore pada mata, dengan gejala berupa mata merah, keluarnya nanah dari mata, dan mata sensitif terhadap cahaya
Pada bayi yang baru lahir, penyakit gonore biasanya memengaruhi bagian mata, seperti mata yang memerah, membengkak, dan mengeluarkan nanah. Gejala ini akan muncul dalam 2 minggu pertama setelah lahir.
>Komplikasi Gonore
Gonore dapat menimbulkan komplikasi jika tidak diobati, baik pada pria, wanita, maupun bayi. Komplikasi gonore yang dapat muncul pada pria adalah:
- Epididimitis
- Luka pada saluran kencing
- Nanah di dalam p***s
- Kemandulan
Wanita lebih rentan mengalami komplikasi gonore daripada pria. Hal tersebut terjadi karena gonore pada wanita jarang menimbulkan gejala sehingga tidak disadari dan diobati. Beberapa komplikasi akibat gonore pada wanita adalah:
- Radang panggul
- Penyumbatan pada saluran telur (tuba falopi), yang memicu munculnya kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik)
- Kemandulan
Selain pada pria dan wanita, gonore juga dapat menyebabkan komplikasi pada bayi, yaitu:
- Kulit kering dan bersisik
- Rentan terserang penyakit
- Kebutaan
Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi bakteri yang menyebabkan gonore dapat menyebar melalui aliran darah sehingga menginfeksi organ dan jaringan tubuh lain. Infeksi tersebut juga dapat menyebabkan sepsis.
>Pencegahan Gonore
Mencegah penyakit menular seksual, termasuk gonore, tentu saja jauh lebih baik daripada mengobatinya. Cara paling efektif untuk mencegah penyakit gonore adalah dengan melakukan hubungan seks yang aman, seperti:
- Tidak berganti-ganti pasangan seksual
- Menggunakan kondom setiap berhubungan seks
- Memastikan pasangan tidak menderita penyakit menular seksual, termasuk gonore
- Tidak melakukan hubungan seks dengan orang yang tidak diketahui riwayat seksualnya
Selain beberapa cara di atas, pemeriksaan secara rutin juga dianjurkan, terutama bagi orang yang berisiko tinggi terserang gonore. Pemeriksaan dapat dilakukan 1 tahun sekali.
Bila Anda menderita gonore atau infeksi menular seksual lain, jangan berhubungan intim dulu hingga menjalani pengobatan dengan tuntas. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan penyakit kepada orang lain.
Bila ibu hamil terkena gonore, segeralah berobat ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah penularan gonore ke bayi saat persalinan.
Konsultasi Dan Pemesanan Hubungi Customer Service Kami :
Telp/SmS :081238199078
WhatsApp :087719962236
( Fast Respon Online 24 Jam )