27/10/2019
Indigofera kiriman dari rumah (kampung Barang)
Bapak saya mengirim daun Indigofera dengan bungkusan plastik usang. Diantara dedaunan indigo terselip beberapa akar-akar kayu lokal lain untuk bahan penguat warna. Sebagai bentuk terima kasih saya posting ini dan mau bilang:" Indigofera yang dikirim dengan penuh cinta telah sampai dengan selamat di Rumah Tenun Baku Peduli dengan ranting-ranting lunak yang masih lengkapš
Di Kampung saya Indigofera tumbuh liar, tidak perlu dirawat dan jumlahnya lumayan banyak. Namun sebagai tanaman liar Indigofera sering dikategorikan sebagai hama tanaman. karena itu, jarang orang-orang membiarkannya tumbuh bebas. tumbuhn itu seringkali dipotong atau dicabut. Padahal selain menjadi bahan baku pembuatan warna biru. Di kalangan penenun Indigofera dikenal sebagai obat herbal alternatif untuk menyembuhkan sakit kulit seperti Bisul dll.
Tanaman ini juga bertahan dengan cuaca ekstrem seperti musim panas atau hujan yang berkepanjangan. Pada musim kemarau ketika tanaman lain menjadi layu dan kering. Indigofera justru bertahan dengan daun-daun hijau mengkilat.
Sementara di Rumah Tenun Baku Peduli kami kehabisan indofera. Tanaman indigofera yang tumbuh di sekitar center kami sudah seringkali digunduli sampai tak berbentuk saking seringnya dipetikš¤£. Rupanya semangat belajar membuat pewarna alam tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan baku yg membuat tanaman Indigo satu satunya itu jadi gundul.
Maka ketika mendengar bahwa akan ada kiriman indigofera dari rumah saya merasa sedikit terharu. Karena saya tahu Indigofera yang saya terima sore ini dikumpulkan sedikit demi sedikit dengan penuh kesabaran dari halaman atau kebun tetangga.
Terima kasih selalu mendukung kami dengan penuh cinta.
Hug
Penghuni BPC!
@ Rumah Tenun Baku Peduli