26/03/2025
Nyeri haid atau dismenore diklasifikasikan menjadi dua jenis. Pertama, dismenore primer, yaitu nyeri haid yang timbul tanpa diketahui penyebabnya. Kedua, dismenore sekunder, kondisi nyeri haid yang terjadi sebagai akibat dari kelainan yang didiagnosis, seperti endometriosis atau fibroid uterus.
Mengutip laman Medical News Today, Jumat (8/9/2017), sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa intensitas dan durasi nyeri pada saat haid dapat ditekan hingga 50 persen dengan tindakan akupunktur.
Sebuah studi baru yang dipimpin oleh periset Australia, menguji keefektifan perawatan akupunktur dalam mengurangi nyeri haid. Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Mike Armor, dari National Institute of Complementary Medicine (NICM) di Western Sydney University Australia, dan rekan-rekannya dari Departemen Obstetri dan Ginekologi di Universitas Auckland.
Peneliti melakukan riset terhadap 74 wanita berusia antara 18 dan 45 tahun. Mereka seringkali mengalami dismenore primer namun tidak mengalami dismenore sekunder. Para wanita dibagi secara acak menjadi empat kelompok, dua kelompok meliputi wanita dengan nyeri parah dan dua kelompok lagi dengan nyeri ringan.
Sebagian wanita diberi perawatan akupunktur manual dengan jarum sementara sisanya mendapat akupunktur yang terhubung ke perangkat yang mentransmisikan impuls listrik ke tubuh.
Peserta dalam kelompok frekuensi tinggi menerima tiga perawatan akupunktur selama 1 minggu, sebelum dimulainya periode menstruasi mereka. Sementara itu, wanita dalam kelompok dengan frekuensi rendah, menerima tiga perawatan setiap 7 sampai 10 hari, di antara periode menstruasi mereka.
Semua peserta diberikan 12 perawatan akupunktur selama tiga siklus menstruasi. Mereka juga menjalani perawatan selama 48 jam pertama pada saat menstruasi.
Hasilnya, ditemukan bahwa wanita yang menjalani akupunktur lebih sering mengalami perbaikan yang lebih signifikan pada intensitas nyeri dan gejala terkait, serta kualitas hidup secara keseluruhan.
"Percobaan pragmatis akupunktur telah menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kualitas hidup pada wanita dengan periode nyeri," kata Dr. Armor.