30/09/2022
Anoreksia, atau secara medis dikenal dengan istilah anoreksia nervosa, merupakan gangguan makan yang ditandai dengan penurunan berat badan yang drastis. Hal ini terjadi karena penderitanya melakukan diet yang berlebihan.
Anoreksia terjadi karena banyak faktor. Mulai dari faktor biologis, lingkungan, dan psikologis.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang rentan mengalami gangguan makan ini adalah:
- Mengalami kecemasan atau depresi.
- Tidak mampu mengelola stres dengan baik.
- Memiliki kekhawatiran berlebihan tentang masa depan.
- Perfeksionis.
- Memiliki citra diri yang buruk.
- Mengalami gangguan makan saat anak-anak.
- Mudah terbawa emosi
Gejala utama anoreksia adalah penurunan berat badan yang drastis. Umumnya disertai p**a dengan gangguan perilaku seperti tidak mau makan, melakukan olahraga berlebihan, dan menggunakan pencahar atau berusaha memuntahkan makanan.
Penderita anoreksia umumnya merasa bersalah setiap kali makan.
Jika kondisi anoreksia dibiarkan dan tidak ditangani dengan tepat, hal ini bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, seperti:
- Denyut jantung lebih lambat dari yang seharusnya (bradikardia).
- Gula darah rendah.
- Gangguan hormon kesuburan dan hormon paratiroid.
- Sel darah putih rendah, yang menandakan daya tahan tubuh rendah dan menjadi rentan terhadap infeksi.
Pengobatan anoreksia membutuhkan kerja sama yang baik antara penderita dengan psikiater yang menangani. Biasanya pengobatan ini membutuhkan waktu yang lama, dapat sampai bertahun-tahun.
Selain itu, untuk mengatasi komplikasi anoreksia, perbaikan gizi penderita menjadi hal yang sangat penting. Namun demikian, perbaikan gizi ini harus dilakukan secara bertahap. Misalnya dengan menaikkan kalori dari asupan makanannya sedikit demi sedikit.
_Jaga Sehatmu untuk hidup yang lebih bermakna_