dr. Lisa Subrata, SpA

dr. Lisa Subrata, SpA Dokter Spesialis Anak Surabaya

10/06/2026

MENGAPA USIA 6 BULAN PERLU TAMBAHAN MAKANAN ?
Menurut k***a WHO berat badan ideal untuk bayi wanita (7,3 kg) dan bayi laki laki ( 7,9 kg)

Berapa kebutuhan kalori bayi usia 6 bulan:
WHO/FAO:sekitar 80–85 kkal/kgBB/hari
AAP: sekitar 82–90 kkal/kgBB/hari

Jadi estimasi kebutuhan energi total WHO usia 6–8 bulan sekitar 600–700 kkal/hari.
Untuk mudah diingat , kebutuhan kalori bayi
0–6 bulan: ±100 kkal/kgBB/hari

Sehingga bayi usia 6 bulan dengan BB median:
Laki-laki (7,9 kg) ≈ 630–710 kkal/hari
Perempuan (7,3 kg) ≈ 580–660 kkal/hari
Dari kebutuhan total tersebut, sekitar 400–450 kkal masih dipenuhi oleh ASI, sehingga kebutuhan tambahan dari MPASI rata-rata sekitar 200 kkal/hari pada usia 6–8 bulan.

ASI tidak dapat menjadi sumber tunggal untuk memenuhi kebutuhan macro dan micronutrien
Sebagai contoh
Kebutuhan Besi (0-6 bulan)= 7-10 mg / hari
Sedangkan kandungan Besi dalam ASI bayi usia 6 bulan HANYA 0,2 mg

Hospital

27/04/2026

BELEKAN PADA BAYI!

Menurut Panduan WHO, AAP, maupun IDAI, sebagian besar belekan bayi tidak berbahaya dan sering disebabkan saluran air mata yang belum terbuka sempurna.
Jadi apa saja penyebab "BELEKAN pada MATA BAYI?”
1. Belekan normal (saluran air mata tersumbat)
Ciri-cirinya:
-Mata tidak merah
-Mata sering berair
-Belekan putih atau kuning muda
-Biasanya hanya satu mata
-Bayi tetap tidak rewel
Biasanya:
Muncul sejak bayi baru lahir
Bisa membaik dengan pijat saluran air mata dan membersihkan mata
2. Belekan karena infeksi mata ( CONJUNCTIVITIS)
Ciri-cirinya:
-Mata merah
-Kelopak mata bengkak
-Belekan kuning atau hijau kental seperti nanah
-Kadang kedua mata terkena
-Bayi bisa rewel atau sensitif terhadap cahaya
Infeksi ini bisa disebabkan oleh:
Bakteri
Virus
Biasanya membutuhkan obat tetes atau salep antibiotik dari dokter.
Tanda bahaya yang harus segera ke dokter
jika:
1.Mata merah dan bengkak
2.Belekan sangat banyak
3.Ada benjolan di sudut mata
4.Bayi demam
5.Mata sulit dibuka
6.Tidak membaik setelah 3-5 hari dibersihkan
Kesimpulan:
Sebagian besar belekan bayi tidak berbahaya dan sering disebabkan saluran air mata yang belum terbuka sempurna. Namun jika disertai merah, bengkak, atau nanah banyak, perlu diperiksa dokter.

27/04/2026

KETIKA BU DOKTER JADI BIDUANITA...

Imunisasi merupakan suatu upaya kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Vaksin bekerja dengan menstimulasi sistem imun untuk membentuk antibodi dan memori imunologis, sehingga ketika tubuh terpapar patogen yang sebenarnya, tubuh sudah memiliki mekanisme pertahanan untuk melawannya. Pada bayi usia 2 bulan, sistem imun masih dalam tahap maturasi sehingga pemberian imunisasi sangat penting sebagai perlindungan dini terhadap berbagai penyakit infeksi.
Vaksin DPT Hib Hep B IPV diberikan untuk melindungi bayi dari 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, Hepatitis B, radang selaput otak yg disebabkan kuman H Influenza B, dan infeksi oleh virus Polio.
Difteri merupakan infeksi bakteri yang dapat menyebabkan obstruksi saluran napas dan komplikasi sistemik. Pertusis atau batuk rejan dapat menimbulkan batuk paroksismal yang berat pada bayi dan meningkatkan risiko gagal napas.
Sedangkan tetanus disebabkan oleh toksin bakteri Clostridium tetani yang dapat menyebabkan kekakuan otot dan kejang yang berpotensi fatal.
Vaksin polio bertujuan mencegah poliomyelitis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah infeksi virus hepatitis B yang dapat berkembang menjadi hepatitis kronis, sirosis hati, bahkan karsinoma hepatoseluler pada usia dewasa. Selain itu, vaksin rotavirus diberikan untuk melindungi bayi dari infeksi rotavirus yang merupakan penyebab utama gastroenteritis berat pada bayi dan anak. Infeksi ini dapat menyebabkan diare berat dan dehidrasi yang sering kali memerlukan perawatan di rumah
sakit.
Vaksin pneumokokus atau PCV berfungsi mencegah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia atau radang paru-paru, meningitis, serta bakteremia yang berisiko tinggi pada bayi.
Dengan pemberian imunisasi sesuai jadwal, bayi dapat membentuk kekebalan spesifik terhadap berbagai patogen tersebut sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak.

27/04/2026

Apa Saja Sih yang Diomongin Dokter Anak di Tempat Praktek?

27/04/2026

STIMULASI SENSORIS ADALAH JENDELA bagi perkembangan BAHASA & TINGKAH LAKU. Hubungan stimulasi sensoris dengan speech delay sangat erat karena perkembangan bicara anak bergantung pada bagaimana otak memproses rangsangan dari lingkungan. Jika stimulasi sensoris kurang, berlebihan, atau diproses tidak optimal, kemampuan bicara bisa ikut terhambat.
Berikut penjelasan ringkasnya.
1. Apa itu stimulasi sensoris?
Stimulasi sensoris adalah rangsangan yang diterima oleh panca indera dan sistem tubuh, seperti:
Pendengaran (suara orang berbicara, musik)
Penglihatan (melihat wajah, gerakan bibir)
Sentuhan (pelukan, bermain tekstur)
Proprioseptif (gerakan otot dan sendi)
Vestibular (keseimbangan dan gerakan tubuh)
Semua rangsangan ini membantu otak belajar memahami dunia dan bahasa.
2. Bagaimana stimulasi sensoris memengaruhi perkembangan bicara
Perkembangan bahasa membutuhkan beberapa proses sensoris:
Anak harus mendengar suara dengan baik
Agar bisa meniru kata.
Anak harus memperhatikan wajah dan gerakan bibir
Ini membantu memahami cara membentuk suara.
Anak harus mampu memproses suara
Otak perlu membedakan bunyi kata yang berbeda.
Jika proses sensoris ini terganggu, anak bisa mengalami speech delay.

27/04/2026

3. Dampak kurangnya stimulasi sensori
Jika anak kurang stimulasi sensori yang tepat, bisa muncul:
keterlambatan bicara
kesulitan memahami bahasa
kurang interaksi sosial
sulit meniru suara atau kata.
Namun speech delay tidak selalu disebabkan oleh masalah sensori. Penyebab lain bisa meliputi:
keterlambatan perkembangan umum
gangguan pendengaran
kurang stimulasi bahasa
kondisi perkembangan tertentu seperti Autism Spectrum Disorder.
4. Contoh stimulasi sensori untuk membantu bicara
Beberapa aktivitas yang bisa membantu:
Stimulasi pendengaran
sering mengajak anak ngobrol
membacakan buku
bernyanyi bersama
Stimulasi oral
meniup gelembung
minum pakai sedotan
meniup lilin
permainan suara (pa-pa, ba-ba, ma-ma)
Stimulasi gerakan
ayunan
lompat-lompat
permainan keseimbangan
Aktivitas ini membantu otak, mulut, dan perhatian anak bekerja bersama untuk menghasilkan bahasa.
Kesimpulan:
Stimulasi sensori berperan penting dalam perkembangan bahasa. Jika pemrosesan sensori anak belum matang, hal ini dapat berkontribusi pada speech delay karena anak kesulitan menerima, memproses, dan menghasilkan bahasa.

27/04/2026

Hubungan antara stimulasi sensori dan speech delay (keterlambatan bicara) cukup erat, terutama pada perkembangan anak usia dini. Berikut penjelasan sederhananya.
1. Apa itu stimulasi sensori?
Stimulasi sensori adalah rangsangan yang diterima anak melalui indra seperti:
Penglihatan
Pendengaran
Sentuhan
Penciuman Perasa
Gerakan dan keseimbangan (vestibular & proprioseptif)
Stimulasi ini membantu otak anak memproses informasi dari lingkungan, yang penting untuk perkembangan bahasa dan komunikasi.
2. Hubungan stimulasi sensori dengan perkembangan bicara
Beberapa anak dengan speech delay sering memiliki masalah pada pemrosesan sensori
(sensory processing).
a. Sensori pendengaran (auditory)
Jika anak kurang peka atau kesulitan memproses suara:
Anak sulit meniru kata
Lambat memahami bahasa
Tidak respons saat dipanggil
Pendengaran adalah dasar utama perkembangan bahasa. b. Sensori oral (mulut)
Masalah sensori di area mulut dapat menyebabkan:
Anak sulit mengontrol lidah dan bibir
Kesulitan mengucapkan kata
Terlambat bicara
Ini berkaitan dengan motorik oral.
c. Sensori tubuh (vestibular & proprioseptif)
Sensori gerakan membantu:
Konsentrasi
Regulasi emosi
Perhatian saat belajar bicara
Jika sensori ini kurang matang, anak bisa:
Sulit fokus saat diajak bicara
Kurang respons komunikasi.

27/04/2026

STIMULASI BAYI BARU LAHIR


Berikut ringkasan stimulasi bayi baru lahir (0-28 hari) yang aman, sederhana, dan sesuai prinsip tumbuh-kembang.
Rekomendasi ini sejalan dengan prinsip stimulasi dini yang dianjurkan oleh
Ikatan Dokter Anak Indonesia dan
World Health Organization.
Stimulasi Bayi Baru Lahir (0-28 hari)
1. Stimulasi bicara & pendengaran
Ajak bayi berbicara lembut, sebut namanya.
Responi tangisan bayi dengan suara menenangkan.
Tujuan: membangun dasar bahasa & interaksi sosial.
2. Stimulasi penglihatan
Dekatkan wajah orang tua ± 20-30 cm dari wajah bayi.
Tunjukkan wajah, ekspresi, atau gambar kontras tinggi (hitam-putih).
Tujuan: melatih fiksasi dan atensi visual.
3.Stimulasi motorik kasar (aman untuk neonatus)
Tummy time sangat singkat saat bayi terjaga, selalu diawasi.
Tujuan: menguatkan otot leher dan bahu.
4.Stimulasi motorik halus
Sentuhkan jari orang tua ke telapak tangan bayi → biarkan refleks menggenggam. Tujuan: stimulasi sensorik & koordinasi awal.

Prinsip penting
Stimulasi dilakukan saat bayi terjaga dan tenang. Tidak memaksa.
Hentikan bila bayi tampak:
rewel berlebihan,
menguap terus,
memalingkan wajah,
tampak lelah

27/04/2026

KONTROL PERDANA BAYI BARU LAHIR

27/04/2026

THIS IS STRICTLY PROHIBITED


Dari foto tersebut nampak bayi diangkat terbalik dengan memegang kedua pergelangan kaki (ankle) lalu "ditarik” ke atas dengan klaim “ultimate back stretch”.

TIDAK ada usia anak (apalagi newborn) yang dianjurkan melakukan teknik seperti ini.

Untuk bayi (terutama newborn -

Address

Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when dr. Lisa Subrata, SpA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category