19/11/2024
Anak-anak itu mulai ragu-ragu saat ditanya, "Kalau besar, mau jadi apa nanti?" Namun perlahan, keberanian mereka muncul. Satu per satu mereka maju, menuliskan cita-cita mereka di atas kertas putih yang dihiasi pohon cita-cita. Ada Jirhan yang bercita-cita menjadi kapten kapal, Putri yang ingin menjadi Polwan, Wendy yang bermimpi menjadi dokter, Pita yang ingin menjadi guru, dan masih banyak lagi.
Cita-cita sederhana mereka menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para pemimpin negeri ini, bahwa anak-anak di Indonesia Timur juga memiliki hak yang sama untuk bermimpi besar. Mereka berhak atas pendidikan yang berkualitas, guru-guru terbaik, fasilitas sekolah yang memadai, dan tentunya didukung oleh gizi yang baik.
Keadilan sosial untuk semua anak Indonesia harus menjadi prioritas, dimulai dari akses terhadap gizi, kesehatan, lingkungan rumah yang aman, hingga pendidikan yang layak. Anak-anak ini bukan hanya sekadar angka dalam statistik. Mereka adalah harapan masa depan bangsa, yang suatu hari nanti berhak mengangkat derajat keluarga mereka dengan keberhasilan di bidang masing-masing.
Semoga mimpi-mimpi mereka tidak hanya menjadi angan-angan, tapi dapat terwujud menjadi kenyataan. Sebab, setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mewujudkan masa depan yang mereka impikan.