06/10/2026
“Lagi meriang? Pijat aja biar enakan…”
🚫 Justru ini waktu yang kurang tepat untuk dipijat.
Kalau kamu sedang demam, meriang, mengalami infeksi akut, atau penyakit menular, tubuhmu sedang bekerja keras melawan penyakit. Sistem imun aktif, suhu tubuh bisa meningkat, detak jantung dan kebutuhan cairan tubuh dapat berubah — tubuh sedang membutuhkan energi untuk recovery.
Massage bukan aktivitas yang sepenuhnya “pasif” untuk tubuh.
Tekanan dan manipulasi jaringan saat massage memengaruhi jaringan lokal, aliran darah lokal dan pergerakan cairan. Massage yang cukup dalam juga bisa menyebabkan respons sementara seperti pegal, lelah, atau soreness setelah treatment.
Pada orang sehat, respons ini biasanya bukan masalah.
Tapi kalau tubuhmu sudah sedang bekerja keras melawan infeksi, menambahkan treatment yang intens justru bisa membuat kamu merasa lebih lelah, lebih tidak nyaman, dan lebih “drop” setelahnya.
⚠️ Dan satu hal penting:
Massage tidak mengeluarkan virus atau bakteri dari tubuh, dan tidak ada alasan untuk mencoba “melancarkan peredaran darah supaya penyakitnya keluar”.
Kita juga tidak perlu bilang bahwa massage akan “mendorong virus ke seluruh tubuh”. Yang lebih tepat adalah: jangan menambahkan beban fisik yang tidak perlu ketika tubuh sedang mengalami penyakit akut.
Dan kalau penyakitmu menular, tentunya ada risiko menularkannya kepada therapist dan orang lain di klinik.
Jadi kalau kamu:
🌡️ demam
🥶 meriang/menggigil
🤒 sedang mengalami infeksi akut
🦠 sedang terkena penyakit menular
😵 badan terasa benar-benar sakit dan lemas
Tunda pijat dulu. Istirahat, cukup minum, dan kasih tubuh kesempatan untuk recovery.
Setelah fase akutnya lewat dan badan sudah kembali fit, baru kita bantu ototnya. 💆♂️
Sakit bukan berarti tubuh selalu butuh dipijat. Kadang yang tubuh butuhkan adalah istirahat.
— Raga Wellness