04/05/2026
RSUD Bayung Lencir Gelar Penyuluhan Osteoarthritis: Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Sendi di Usia Matang
BAYUNG LENCIR, 4 MEI 2026 – Suasana ruang tunggu Poliklinik RSUD Bayung Lencir tampak berbeda pagi ini. Puluhan pasien dan pengunjung mendapatkan edukasi kesehatan mendalam mengenai Osteoarthritis (OA) atau pengapuran sendi, sebuah kondisi degeneratif yang sering kali dianggap sebagai "bagian normal dari penuaan" namun memerlukan penanganan serius.
Mengenal Gejala dan Faktor Risiko Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipandu oleh tim medis RSUD Bayung Lencir. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa Osteoarthritis terjadi akibat penipisan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di ujung tulang.
Beberapa poin utama yang disampaikan dalam penyuluhan meliputi:
Gejala Khas: Nyeri sendi saat beraktivitas, kekakuan di pagi hari (biasanya kurang dari 30 menit), serta bunyi "krek" (krepitasi) saat sendi digerakkan.
Faktor Risiko: Selain faktor usia, berat badan berlebih (obesitas) menjadi pemicu utama karena beban mekanik yang besar pada sendi lutut dan panggul.
Pentingnya Diagnosis Dini: Masyarakat dihimbau tidak melakukan urut atau pijat paksa pada sendi yang meradang, melainkan segera melakukan pemeriksaan medis.
Tips Hidup Sehat dengan OA Tak hanya memberikan pemaparan teori, tim penyuluh juga mendemonstrasikan gaya hidup sehat untuk mencegah perburukan gejala. Para peserta diajak memahami pentingnya Latihan Beban Ringan dan menjaga asupan nutrisi yang kaya kalsium serta vitamin D.
Antusiasme Masyarakat Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Banyak pengunjung poliklinik yang bertanya mengenai perbedaan OA dengan asam urat, yang sering kali disalahartikan oleh masyarakat awam.
Melalui penyuluhan rutin seperti ini, RSUD Bayung Lencir berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di wilayah Musi Banyuasin, khususnya dalam menghadapi penyakit-penyakit degeneratif di masa depan.