31/12/2025
Seorang NPD tidak benar-benar mengenal kata maaf,
karena meminta maaf berarti mengakui kesalahan—
dan itu adalah hal yang paling ia takuti.
Ia juga tak pernah sungguh memahami terima kasih.
Baginya, semua yang kamu berikan
adalah kewajibanmu,
bukan pengorbananmu.
Dan tentang bersyukur…
kata itu asing di lidahnya.
Karena hatinya sibuk merasa kurang,
merasa pantas lebih,
merasa dunia berutang padanya.
Ia menerima tanpa menghargai.
Meminta tanpa memberi.
Mengambil tanpa pernah merasa cukup.
Saat kamu terluka,
dia menyebutmu lemah.
Saat kamu setia,
dia menyebutnya biasa.
Saat kamu pergi,
baru dia mengaku korban.
Inilah ironi seorang NPD:
ia ingin dipuja,
namun tak pernah belajar menghormati.
Karena orang yang tak mampu berkata maaf,
takkan pernah tahu arti tanggung jawab.
Orang yang tak bisa berterima kasih,
takkan pernah memahami nilai manusia.
Dan orang yang tak mengenal syukur,
akan selamanya hidup dalam kekosongan.
Bukan karena dia kurang dicintai…
tetapi karena dia tak pernah belajar mencintai.