Ortala Indonesia

Ortala Indonesia Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga berbasis partisipasi masyarakat (Cluster)

03/07/2026

🌿 SERBUK KAYU BUKAN SEKADAR LIMBAH

Tahukah Anda?

Dalam proses pengelolaan sampah organik, serbuk kayu berfungsi sebagai sumber karbon (carbon source) yang digunakan untuk melapisi sampah organik rumah tangga.

Melalui Program GEMAS ORTA (Gerakan Mengelola Sampah Organik Rumah Tangga), penggunaan serbuk kayu memiliki peran penting untuk:

πŸ‚ Menyeimbangkan rasio karbon dan nitrogen (C/N) pada sampah organik.
🌱 Mengurangi bau tidak sedap selama proses penguraian.
πŸ’§ Menyerap kelebihan kadar air sehingga media tidak terlalu basah.
🦟 Mengurangi potensi munculnya lalat dan hama.
♻️ Mempercepat terbentuknya kompos yang berkualitas.

Serbuk kayu yang selama ini dianggap limbah ternyata memiliki manfaat besar dalam mendukung pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.

Mari mulai mengelola sampah dari rumah. Langkah kecil hari ini akan menjadi manfaat besar bagi lingkungan di masa depan.

GEMAS ORTA
"Mengelola Sampah Organik Rumah Tangga untuk Lingkungan yang Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan."


bersama Rahmat Samorind

26/06/2026

Cara sederhana mengolah 1 ton sampah organik jadi kompos.
Tanpa teknologi, tanpa investasi.

bersama Rahmat Samorind

21/06/2026

Coba bayangkan dalam 7 hari 10 rumah tangga bisa mengumpulkan segini sampah organik, kalikan 1.000 rumah, ada berapa ton sampah dalam sebulan terselamatkan dari TPA Galuga?

Ini kerja kolektif, semua dapat bagian insentif, jgn lupakan itu kawan!

bersama Ortala Indonesia

♻️ 228,8 Kg Sampah Organik Terkumpul dalam 6 Kali Setoran! ♻️Alhamdulillah, semangat anak-anak yatim binaan Rumah Tumbuh...
17/06/2026

♻️ 228,8 Kg Sampah Organik Terkumpul dalam 6 Kali Setoran! ♻️

Alhamdulillah, semangat anak-anak yatim binaan Rumah Tumbuh Semari bersama ORTALA dalam mengelola sampah organik terus menunjukkan hasil yang membanggakan.

Selama periode 5–16 Juni 2026, sebanyak 10 anak binaan berhasil mengumpulkan dan menyetorkan 228,8 kg sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah tercampur dan mencemari lingkungan.

πŸ† Perolehan sementara terbanyak:
πŸ₯‡ Dwi Nur Afifah : 57,5 kg
πŸ₯ˆ Afrillia Hartono : 48,9 kg
πŸ₯‰ Rima Ajeng Widia Putri : 41 kg

Program ini bukan sekadar mengumpulkan sampah, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kepedulian lingkungan, dan jiwa kemandirian kepada anak-anak sejak dini.

Setiap kilogram sampah organik yang berhasil dipilah dan dikelola berarti:
βœ… Mengurangi sampah yang dibuang ke TPA
βœ… Mengurangi emisi gas rumah kaca
βœ… Menjadi bahan baku kompos yang bermanfaat
βœ… Menjadi sarana pendidikan lingkungan bagi generasi muda

Terima kasih kepada seluruh anak-anak binaan, pendamping, donatur, dan sahabat ORTALA yang terus mendukung gerakan ini. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak keluarga untuk mulai memilah dan mengelola sampah organiknya dari rumah.

🌱 Sampah organik bukan untuk dibuang, tetapi untuk dikelola dan dikembalikan menjadi manfaat.

12/06/2026

πŸŒ±β™»οΈ MEMBANGUN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS CLUSTER β™»οΈπŸŒ±

Beginilah cara ORTALA membangun sistem pengelolaan sampah organik yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di lingkungan padat penduduk.

Satu Cluster ORTALA (Central Point Stop Sampah Organik) melayani sekitar 3 hingga 10 dapur rumah tangga. Sampah organik yang telah dipilah oleh setiap keluarga tidak lagi dibuang ke TPS, tetapi dikumpulkan pada titik cluster menggunakan Planterbag Compost yang dicampur dengan serutan kayu sebagai bahan pembantu pengomposan.

Metode ini memberikan banyak manfaat:
βœ… Mengurangi sampah organik yang dikirim ke TPS dan TPA.
βœ… Mengurangi bau dan lindi akibat sampah tercampur.
βœ… Memudahkan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.
βœ… Memudahkan petugas melakukan pengangkutan ke TPSTOR (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Organik Rumah Tangga).

Yang menarik, penempatan Planterbag Compost sangat fleksibel. Bisa ditempatkan di gang, lahan kosong, halaman warga, atau lokasi lain yang disepakati bersama dan mudah dijangkau oleh petugas pengangkut.

Kami meyakini bahwa solusi persoalan sampah tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal. Justru perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat rumah tangga dan lingkungan terkecil.

Kelola sampah organik di sumbernya, maka persoalan sampah lainnya akan jauh lebih mudah diselesaikan.

Inilah semangat ORTALA:
🏠 Dari Rumah Tangga
🀝 Berbasis Komunitas
🌱 Menjadi Kompos dan Biomassa
♻️ Mengurangi Beban TPA

Mari bersama membangun lebih banyak Cluster ORTALA untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Salam Lestari πŸ™β™»οΈπŸŒΏ

07/06/2026

πŸš›πŸ”οΈ DARURAT SAMPAH TIDAK BISA DISELESAIKAN HANYA DENGAN MENAMBAH TPA

DPR RI mendorong gerakan pilah sampah menjadi gerakan nasional. Sebuah langkah yang patut diapresiasi, karena persoalan sampah saat ini sudah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola lama: kumpul, angkut, dan buang.

Tumpukan sampah yang menggunung di TPA adalah bukti bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya belum berjalan optimal. Selama masyarakat masih mencampur sampah organik dan anorganik, maka TPA akan terus penuh, biaya pengangkutan terus meningkat, dan pencemaran lingkungan akan semakin sulit dikendalikan.

Melalui ORTALA (Organik Rumah Tangga Lestari), kami meyakini bahwa solusi terbaik dimulai dari rumah tangga.

Satu hal yang sering terlupakan adalah bahwa sampah organik merupakan komponen terbesar dari timbulan sampah rumah tangga. Ketika sampah organik sudah dikelola dengan baik, maka sampah jenis lainnya akan jauh lebih mudah dikelola.

Mengapa?

Karena sampah anorganik yang terpisah dari sampah organik tidak lagi basah, tidak berbau, tidak tercemar lindi, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi untuk didaur ulang.

Artinya, kunci keberhasilan pengelolaan sampah bukan dimulai dari sampah plastik, melainkan dari **pengelolaan sampah organik di sumbernya.**

Sampah organik bukan masalah, tetapi sumber daya yang selama ini belum dikelola dengan baik.

Bayangkan jika setiap rumah tangga mengelola sampah organiknya sendiri. Lebih dari separuh sampah yang selama ini memenuhi TPA dapat dikurangi. Lingkungan menjadi lebih bersih, emisi gas rumah kaca berkurang, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

"Gerakan Nasional Pilah Sampah harus dimulai dari Gerakan Rumah Tangga Kelola Sampah Organik."

Karena ketika sampah organik selesai di sumbernya, maka persoalan sampah lainnya akan jauh lebih mudah diselesaikan.

07/06/2026

Jum'at, 5 Juni 2026 menjadi hari yang penuh makna. Anak-anak binaan kembali menunjukkan semangatnya dalam mengikuti program GEMAS ORTA (Gerakan Mengelola Sampah Organik Rumah Tangga).

Dengan penuh antusias, mereka menimbang dan menyetorkan sampah organik yang telah dipilah dari rumah masing-masing. Dari kegiatan sederhana ini, mereka belajar bahwa sampah bukanlah sesuatu yang harus dibuang begitu saja, melainkan dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan bernilai sosial.

Rahmat Samorind percaya, perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten untuk masa depan yang lebih baik.

πŸ’š Sampah terkelola, lingkungan terjaga, anak-anak yatim berdaya.

06/06/2026

Bersama Rahmat Samorind, Semoga langkah kecil ini bisa mendidik generasi penerus bangsa untuk peduli lingkungan sekitarnya dari korupsi ekologi.

Salam lestari πŸ™β™»οΈπŸŒΏ

02/06/2026

Dua foto. Sekilas mirip, tapi maknanya sangat berbeda.

Foto pertama adalah belatung lalat rumah, yang umumnya muncul pada sampah organik yang dibiarkan membusuk tanpa pengelolaan yang baik.

Foto kedua adalah maggot BSF (Black Soldier Fly), yang sengaja dibudidayakan untuk mengurai sampah organik dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Sayangnya, banyak masyarakat belum memahami perbedaannya. Akibatnya, semua larva dianggap sama dan pengelolaan sampah organik sering dipandang menjijikkan.

Padahal, setiap hari kita menghasilkan sampah organik dari sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan dedaunan. Pertanyaannya bukan ada atau tidak adanya larva, tetapi bagaimana kita mengelola sampah tersebut.

Melalui GEMAS ORTA (Gerakan Mengelola Sampah Organik Rumah Tangga), ORTALA mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah organik. Dari yang sebelumnya dianggap masalah, menjadi sumber daya yang dapat menghasilkan pupuk, pakan ternak, nilai ekonomi, dan lingkungan yang lebih bersih.

Jika sampah organik dibuang, ia akan menjadi beban.
Jika sampah organik dikelola, ia akan menjadi manfaat.

Mari belajar bersama, karena pengelolaan sampah yang baik selalu diawali dengan pemahaman yang benar.
β™»οΈπŸŒ±

Salam Lestari πŸ™β™»οΈπŸŒΏ

01/06/2026

sampah organik komposisinya mencapai 40–55% dr total sampah nasional. Namun jenis inilah yang paling diabaikan pengelolaannya.
Yuk, Bantu ORTALA mewujudkan "Gerakan Mengelola Sampah Organik Rumah Tangga"

Address

Kp Kabandungan Sirnagalih Tamansari
Pinggirrawa Timur
16610

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ortala Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Ortala Indonesia:

Shortcuts

Share