18/09/2017
Health Info
MENGANTISIPASI BAHAYA POLUTAN BERACUN
Karawang dikepung polutan beracun. Bukan lagi Karbon Monoksida, Sulfur Dioksida, atau Nitrogen Dioksida, namun juga ada polutan yang disebut Particulate Matter (PM) 2.5. Polutan yang satu ini begitu berbahya karena bisa mengandung ketiga unsur berbahaya tersebut.
Partikulat debu melayang merupakan campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik yang terbesar di udara dengan diameter yang sangat kecil. Partikulat debu tersebut akan berada di udara dalam waktu yang relatif lama dalam keadaan melayang di udara dan masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan.
Badan kesehatan dunia atau yang dikenal dengan WHO sudah menentukan batas udara aman PM 2.5 dengan 25 mikrogram/m3 dalam 24 jam, sedangkan pemerintah Indonesia menetapkan batas aman PM 2.5 dengan 65 mikrogram/3 dalam 24 jam. Namun dari batas aman yang sudah ditentukan, Jakarta memiliki angka polutan PM 2.5 adalah kira-kira 180-230 mikrogram/m3, ini tentunya lebih tinggi 10x lipat dari batas aman WHO dan 6x lipat dari batas aman yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Jika terhirup dalam kadar tertentu, polutan ini dapat memicu timbulnya stroke, penyakit jantung, serta kanker. Namun warga Jakarta sendiri tidak bisa menghindari hal ini, karena setiap hari tentunya kota Jakarta merupakan pusat kegiatan para warganya.
Akan tetapi hal ini bukan tidak bisa diantisipasi, dapat menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi, serta rutin mengkonsumsi Renuves Capsule sebagai salah satu cara pencegahan penyakit yang timbul akibat polutan berbahaya.
Dengan kandungan gynostemma pentaphylla yang mempunyai khasiat menghilangkan toksin, mengobati batuk dan menghilangkan dahak, serta kandungan tea pholyphenol yang berfungsi sebagai anti oksidan dan menghilangkan radikal bebas maka tentunya Renuves Capsule sangat cocok dikonsumsi untuk mengurangi dampak negative polutan beracun.
Sumber terkait artikel:
CNN Indonesia