Damar Herbal Cilacap

Damar Herbal Cilacap Menyediakan Aneka Produk Herbal Nabawi dan Tradisional
PIN BBM : 75C728CB

KENAPA DOKTER DI NEGARA BARAT PELIT MEMBERIKAN OBAT KEPADA ANAK YANG SAKIT (PENTING UNTUK ORANGTUA)Malik tergolek lemas....
16/05/2015

KENAPA DOKTER DI NEGARA BARAT PELIT MEMBERIKAN OBAT KEPADA ANAK YANG SAKIT (PENTING UNTUK ORANGTUA)

Malik tergolek lemas. Matanya sayu. Bibirnya pecah-pecah. Wajahnya kian tirus. Di mataku ia berubah seperti anak dua tahun kurang gizi. Biasanya aku selalu mendengar celoteh dan tawanya di pagi hari. Kini tersenyum pun ia tak mau. Sesekali ia muntah. Dan setiap melihatnya muntah, hatiku …tergores-gores rasanya. Lambungnya diperas habis-habisan seumpama ampas kelapa yang tak lagi bisa mengeluarkan santan. Pedih sekali melihatnya terkaing-kaing seperti itu.

Waktu itu, belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak juga ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dokter Knol namanya.

“Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection.” kata dokter tua itu.

“Ha? Just wait and see? Apa dia nggak liat anakku dying begitu?” batinku meradang. Ya…ya…aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain. Dikasih obat juga enggak! Huh! Dokter Belanda memang keterlaluan! Aku betul-betul menahan kesal.

“Obat penurun panas Dok?” tanyaku lagi.
“Actually that is not necessary if the fever below 40 C.”

Waks! Nggak perlu dikasih obat panas? Kalau anakku kenapa-kenapa memangnya dia mau nanggung? Kesalku kian membuncah.
Tapi aku tak ingin ngeyel soal obat penurun panas. Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat jenis lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat. Karena itu aku membawa setumpuk obat-obatan dari Indonesia, termasuk obat penurun panas.
Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan frekuensi muntahnya juga bertambah. Aku segera kembali ke dokter. Tapi si dokter tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan laboratorium baru akan dilakukan bila panas anakku menetap hingga hari ke tujuh.

“Anakku ini s**a muntah-muntah juga Dok,” kataku.
Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. “Apakah dia sudah minum suatu obat?”

Aku mengangguk. “Ibuprofen syrup Dok,” jawabku.

Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah ngomel-ngomel,”Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol saja.”

Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum ramah, tapi aku betul-betul jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue lulusan fakultas kedokteran tau! Nah kalau buat anak nggak baik kenapa di Indonesia obat itu bertebaran! Batinku meradang.
Untungnya aku masih bisa menahan diri. Tapi setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban kekesalanku.”Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat penurun panas nggak pake diukur suhunya je. Mau 37 keq, 38 apa 39 derajat keq, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit panas, penurun panas ya pasti dikasih. Sirup ibuprofen juga dikasih koq ke anak yang panas, bukan cuma parasetamol. Masa dia bilang ibuprofen nggak baik buat anak!” Seperti rentetan peluru, kicauanku bertubi-tubi keluar dari mulutku.

“Mana Malik nggak dikasih apa-apa p**ak, cuma suruh minum parasetamol doang, itu pun kalau suhunya diatas 40 derajat C! Duuh memang keterlaluan Yah dokter Belanda itu!”

Suamiku menimpali, “Lho, kalau Mama punya alasan, kenapa tadi nggak bilang ke dokternya?”
Aku menarik napas panjang. “Hmm…tadi aku sudah kadung bete sama si dokter, rasanya ingin buru-buru p**ang saja. Tapi…alasannya apa ya?”

Mendadak aku kebingungan. Aku akui, sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak mencontek apa yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan dan belajar banyak hal, tapi hanya secuil-secuil ilmu yang kudapat. Persis seperti orang yang katanya travelling keliling Eropa dalam dua minggu. Menclok sebentar di Paris, lalu dua hari pergi ke Roma. Dua hari di Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna. Puas beberapa hari berdiam di Berlin dan Swiss, kemudian waktu habis. Tibalah saatnya p**ang lagi ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota utama saja. Masih banyak sekali negara dan kota-kota di Eropa yang belum disambanginya. Dan itu lah yang terjadi pada kami, pemuda-pemudi fresh graduate from the oven Fakultas Kedokteran. Malah kadang-kadang apa yang sudah kami pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep cespleng seperti dokter-dokter senior, akhirnya kami pun sering mengintip resep ajian senior!

Setelah Malik sembuh, beberapa minggu kemudian, Lala, putri pertamaku ikut-ikutan sakit. Suara Srat..srut..srat srut dari hidungnya bersahut-sahutan. Sesekali wajahnya memerah gelap dan bola matanya seperti mau copot saat batuknya menggila. Kadang hingga bermenit-menit batuknya tak berhenti. Sesak rasanya dadaku setiap kali mendengarnya batuk. Suara uhuk-uhuk itu baru reda jika ia memuntahkan semua isi perut dan kerongkongannya. Duuh Gustiiii…kenapa tidak Kau pindahkan saja rasa sakitnya padaku Nyerii rasanya hatiku melihat rautnya yang seperti itu. Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia pada putriku. Tapi batuknya tak kunjung hilang dan ingusnya masih meler saja. Lima hari kemudian, Lala pun segera kubawa ke huisart. Dan lagi-lagi dokter itu mengecewakan aku.

“Just drink a lot,” katanya ringan.

Aduuuh Dook! Tapi anakku tuh matanya sampai kayak mata sapi melotot kalau batuk, batinku kesal.

“Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?” tanyaku tak puas.

“This is mostly a viral infection, no need for an antibiotik,” jawabnya lagi.

Ggrh…gregetan deh rasanya. Lalu ngapain d**g aku ke dokter, kalo tiap ke dokter p**ang nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin keq! omelku dalam hati.
“Lalu Dok, buat batuknya gimana Dok? Batuknya tuh betul-betul terus-terusan,” kataku ngeyel.

Dengan santai si dokter pun menjawab,”Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat juga banyak koq.”
Hmm…lumayan lah… kali ini aku p**ang dari dokter bisa membawa obat, walau itu pun harus dengan perjuangan ngeyel setengah mati dan walau ternyata isi obat Thyme itu hanya berisi ekstrak daun thyme dan madu.

“Kenapa sih negara ini, katanya negara maju, tapi koq dokternya kayak begini.” Aku masih saja sering mengomel soal huisart kami kepada suamiku. Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk berintim-intim dengan internet. Jadi yang ada di kepalaku, cara berobat yang betul adalah seperti di Indonesia. Di Indonesia, anak-anakku punya langganan beberapa dokter spesialis anak. Dokter-dokter ini pernah menjadi dosenku ketika aku kuliah. Maklum, walaupun aku lulusan fakultas kedokteran, tapi aku malah tidak pede mengobati anakanakku sendiri. Dan walaupun anak-anakku hanya menderita penyakit sehari-hari yang umum terjadi pada anak seperti demam, batuk pilek, mencret, aku tetap membawa mereka ke dokter anak. Meski baru sehari, dua atau tiga hari mereka sakit, buru-buru mereka kubawa ke dokter. Tak pernah aku p**ang tanpa obat. Dan tentu saja obat dewa itu, sang antibiotik, selalu ada dalam kantong plastik obatku.

Tak lama berselang putriku memang sembuh. Tapi sebulan kemudian ia sakit lagi. Batuk pilek putriku kali ini termasuk ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit. Karena khawatir ada yang tak beres, lagi-lagi aku membawanya ke huisart.

“Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya, kenapa ya Dok.?

Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop, melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku menjawab,”Nothing to worry. Just a viral infection.”

Aduuuh Doook… apa nggak ada kata-kata lain selain viral infection seh! Lagilagi aku sebal.

“Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan atau dua bulan Dok,” aku ngeyel seperti biasa.

Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu tersenyum. “Do you know how many times normally children get sick every year?”

Aku terdiam. Tak tahu harus menjawab apa. “enam kali,” jawabku asal.

“Twelve time in a year, researcher said,” katanya sambil tersenyum lebar. “Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter kalau penyakit anakmu tak terlalu berat,” sambungnya.
Glek! Aku cuma bisa menelan ludah. Dijawab dengan data-data ilmiah seperti itu, kali ini aku p**ang ke rumah dengan perasaan malu. Hmm…apa aku yang salah? Dimana salahnya? Ah sudahlah…barangkali si dokter benar, barangkali memang aku yang selama ini kurang belajar.

Setelah aku bisa beradaptasi dengan kehidupan di negara Belanda, aku mulai berinteraksi dengan internet. Suatu saat aku menemukan artikel milik Prof. Iwan Darmansjah, seorang ahli obat-obatan dari Fakultas Kedokteran UI. Bunyinya begini: “Batuk – pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 – 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 – 3 minggu selama bertahun-tahun.” Wah persis seperti yang dikatakan huisartku, batinku. Dan betul anak-anakku memang sering sekali sakit sewaktu di Indonesia dulu.

“Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya,” Lanjut artikel itu. “Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 – 3 minggu dan perlu berobat lagi.

Lingkaran setan ini: sakit –> antibiotik-> imunitas menurun -> sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun.”

Hwaaaa! Rupanya ini lah yang selama ini terjadi pada anakku. Duuh…duuh..kemana saja aku selama ini sehingga tak menyadari kesalahan yang kubuat sendiri pada anak-anakku. Eh..sebetulnya..bukan salahku d**g. Aku kan sudah membawa mereka ke dokter spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku lho! Masa sih aku tak percaya kepada mereka. Dan rupanya, setelah di Belanda ‘dipaksa’ tak lagi pernah mendapat antibiotik untuk penyakit khas anak-anak sehari-hari, sekarang kondisi anak-anakku jauh lebih baik. Disini, mereka jadi jarang sakit, hanya diawal-awal kedatangan saja mereka sakit.

Kemudian, aku membaca lagi artikel-artikel lain milik prof Iwan Darmansjah. Dan di suatu titik, aku tercenung mengingat kata-kata ‘pengobatan rasional’. Lho…bukankah dulu aku juga pernah mendapatkan kuliah tentang apa itu pengobatan rasional. Hey! Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yang selama ini kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan pada anak-anakku, sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak mengalami sakit ringan seperti, batuk, pilek, demam, mencret, aku sudah panik dan segera membawa anak ke dokter, serta sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional! Hmm… kalau begitu, sistem kesehatan di Belanda adalah sebuah contoh sistem yang menerapkan betul apa itu pengobatan rasional.

Belakangan aku pun baru mengetahui bahwa ibuprofen memang lebih efektif menurunkan demam pada anak, sehingga di banyak negara termasuk Amerika Serikat, ibuprofen dipakai secara luas untuk anakanak. Tetapi karena resiko efek sampingnya lebih besar, Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun obat ibuprofen juga tersedia di apotek dan boleh digunakan untuk usia anak diatas 6 bulan, namun di kedua negara ini, parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan pertama pada anak yang mengalami demam. “Duh, untung ya Yah aku nggak bilang ke huisart kita kalo aku ini di Indonesia adalah seorang dokter. Kalo iya malu-maluin banget nggak sih, ketauan begonya hehe,” kataku pada suamiku.

Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan, ceritanya bisa lain. Karena kekurangan dan ketidakmampuan, untuk kasus penyakit anak sehari-hari, orang-orang desa itu malah relatif ‘terlindungi’ dari paparan obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal di kota besar, yang cukup berduit, sudah melek sekolah, internet dan pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat dan media. Batuk pilek sedikit ke dokter, demam sedikit ke dokter, mencret sedikit ke dokter. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat, biasanya kita malah ngomel-ngomel, ‘memaksa’ agar si dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran di media, bahkan tak jarang dokter-dokter ‘menjual’ obat tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang mengiklankan suatu produk obat.

Dan bagaimana p**a dengan teman-teman sejawatku dan dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek, demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun melakukannya karena nyontek senior. Apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah gampang sakit dan terpapar obat yang tak perlu. Belum lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa semua itu terjadi?

Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya. Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua, bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana mengurai keruwetan ini seharusnya? Uh! Memikirkannya aku seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak tahu, sungguh!

Tapi yang pasti kini aku sadar…telah terjadi kesalahan paradigma pada kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak sakit. Disini aku sering p**ang dari dokter tanpa membawa obat. Aku ke dokter biasanya ‘hanya’ untuk konsultasi, memastikan diagnosa penyakit anakku dan penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa anakku baik-baik saja.

Tapi di Indonesia, bukankah paradigma yang masih kerap dipegang adalah ke dokter = dapat obat? Sehingga tak jarang dokter malah tidak bisa bertindak rasional karena tuntutan pasien. Aku juga sadar sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet. Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat. Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi. Intinya, sistem kesehatan yang ada di Indonesia saat ini membuat dokter menjadi sulit untuk bersikap rasional.

Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Ah rasanya percuma mencari-cari ujung pangkal salahnya. Menunjuk siapa yang salah pun tak ada gunanya. Tapi kondisi tersebut jelas tak bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan? Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk merindukan bulan. Yang pasti, sebagai pasien kita pun tak bisa tinggal diam. Siapa bilang pasien tak punya kekuatan untuk merubah sistem kesehatan? Setidaknya, bila pasien ‘bergerak’, masalah kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa diturunkan.

Dikutip dari buku “Smart Patient” karya dr. Agnes Tri Harjaningrum

==============================

SHARE jika bermanfaat

==============================
Berikan madu anak untuk memperkuat DAYA TAHAN anak anda. Hubungi Damar Herbal Cilacap 0857-4294-2962.GRATIS Layanan Antar

Sebenarnya sudah banyak yang tahu tentang bahaya dari Mie Instant, tapi kebanyakan orang tidak mempedulikannya. Nah, jik...
03/05/2015

Sebenarnya sudah banyak yang tahu tentang bahaya dari Mie Instant, tapi kebanyakan orang tidak mempedulikannya. Nah, jika Anda termasuk yang menyukai Mie Instant dan tetap ingin memakannya, sebaiknya perhatikan cara masaknya.

Berikut tips bagaimana cara memasak mie yang benar agar bisa mengurangi resiko bahaya Mie Instant.

1. Didihkan air dengan api sedang di dua panci yang berbeda
2. Masukkan mie di salah satu panci hingga melunak kemudian matikan api kemudian di angkat dan ditiriskan.
3. Masukkan kembali mie ke panci ke dua lalu didihkan kembali hingga airnya lebih bening.
4. Jika Air menguning ini berarti mengindikasikan kalau lapisan lilin di permukaan mie instant luntur
5. Matikan kompor, Angkat dan tiriskan
6. Yang terakhir sajikan sesuai selera dengan beberapa tambahan seperti sayuran dan bakso.

Cara ini memang tidak menjamin mie instan 100% aman untuk dikonsumsi. Tapi setidaknya ini bisa mengurangi dampak buruk dari Mie terutama lapisan lilin yang menempel pada Mie Instant. Mengkonsumsi mie instan 2-3 kali dalam seminggu bisa berbahaya bagi kesehatan

========================
Bagi yang membutuhkan aneka obat herbal silahkan mengunjungi Damar Herbal Cilacap Jl. Damar No. 114 Cilacap Utara
BBM 75C728CB

19/04/2015

CARA MANDI YANG MENYEHATKAN

1. Bermula dari segayung siramkan telapak kaki
2. Segayung betis
3. Segayung paha
4. Segayung perut
5. Segayung pundak
6. Berhentilah sejenak 5-10 detik. Sahabat akan merasakan seperti uap/angin yang keluar dari ubun-ubun. Bahkan merinding...

Setelah itu, lanjutkan dengan mandi seperti biasa.

Hikmahnya :
Seperti pada gelas yang diisi air panas
kemudian kita isi dengan air dingin. Apa yang
terjadi? Gelas retak!

Kalau tubuh kita apa yang retak? Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu dingin, maka yg terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau bahkan kepala, angin yang
harusnya keluar jadi terperangkap. Atau yang paling fatal adalah pecahnya pembuluh darah.

Maka kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi tiba-tiba struk. Bisa jadi kita sering masuk angin karena pola mandi kita yg salah. Bisa jadi kita sering migrain karena pola mandi yang salah.

Pola mandi ini baik bagi semua umur
terutama yang punya sakit diabetes,
hypertensi, kolesterol dan migrain.

Semoga bermanfaat dan tetap jaga
kesehatan... LIKE dan SHARE jika bermanfaat..

Tips Cuci Ginjal Alami dan MurahBertahun-tahun ginjal kita menyaring darah denga n membuang: Garam, Racun dan yang tidak...
17/04/2015

Tips Cuci Ginjal Alami dan Murah

Bertahun-tahun ginjal kita menyaring darah denga n membuang: Garam, Racun dan yang tidak diinginkan memasuki tubuh kita. Seiring berjalannya waktu, terjadi akumulasi garam dan memerlukan perawatan pembersihan.

Bagaimana kita akan melakukan cuci ginjal ini?
• Sangat mudah, pertama-tama ambil seikat Seledri.
• Cucilah sampai bersih, kemudian dipotong kecil2 dan masukkan ke dalam panci.
• Lalu tuangkan air bersih dan didihkan selama sepuluh menit dan biarkan dingin.
• Kemudian saring dan tuangkan dalam botol yang bersih dan simpan di dalam kulkas hingga dingin.
• Minum satu gelas setiap hari dan Anda akan melihat semua akumulasi garam dan racun lain yang keluar dari ginjal Anda sewaktu buang air kecil.
Anda juga akan melihat perbedaan yang tidak pernah anda rasakan sebelumnya.Seledri dikenal sebagai pengobatan terbaik untuk membersihkan ginjal dan itu alami.

Silahkan disebarkan ke semua teman-teman anda … agar bisa memberi info positif buat banyak orang yang membutuhkan informasi ini. Terutama bagi orang2 yg rutin konsumsi obat dokter .

Semoga bisa bermanfaat. Aamiin

LEMON PANAS MEMBUNUH SEL KANKER2~3 irisan lemon dicelupkan dlm 1 gelas air panas, bisa menjadi air alkaline yg bermanfaa...
16/04/2015

LEMON PANAS MEMBUNUH SEL KANKER

2~3 irisan lemon dicelupkan dlm 1 gelas air panas, bisa menjadi air alkaline yg bermanfaat bagi tubuh, diminum tiap hari sngt bermanfaat bagi siapa saja

Air lemon yg panas akan menghasilkan sejenis zat anti kanker yg terasa pahit, menjadi obat kanker yg ampuh dalam kedokteran modern

Air lemon dingin hanya mengandung vit. C.
Ibarat tomat, harus dimasak terlebih dahulu baru bisa muncul Lycopene yg bermanfaat

Air lemon panas terbukti bisa menekan pembengkakan dan tumor, bisa bantu atasi segala jenis tumor

Lemon Extract bisa melemahkan sel kanker ganas tapi tidak merusak sel normal

Citric Acid dan C Polifenol yg terdapat dalam juice lemon bisa menyesuaikan tekanan darah dan mencegah penyumbatan vena, menyesuaikan sirkulasi darah, mengurangi penggumpalan darah.

LIKE dan SHARE jika bermanfaat :)

Yang Terbaik Untuk Buah HatiAsi merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup bayi dan tumbuh kembang secara optimal. Seor...
12/04/2015

Yang Terbaik Untuk Buah Hati

Asi merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup bayi dan tumbuh kembang secara optimal. Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anaknya karena ASI bermanfaat membentuk perkembangan inteligensia, rohani dan perkembangan emosional karena selama disusui dalam dekapan ibu, bayi bersentuhan langsung dengan ibu dan mendapatkan kehangatan kasih sayang dan rasa aman.

HIU ASI terbuat dari bahan-bahan alami seperti daun katuk dan daun pepaya selain untuk memperlancar ASI juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak melalui mekanisme memperkuat daya tahan tubuh. HIU ASI aman diminum sebagai suplemen harian karena tidak mengandung bahan kimia obat (BKO).

Pesan Sekarang!!
Add PIN 75C728CB atau kunjungi Damar Herbal Cilaca Jl. Damar No. 14 Cilacap Utara

SUBHANALLAH! LUAR BIASA (INFO BERMANFAAT)ALLAH MEMBERIKAN PETUNJUK KESEHATAN MELALUI MAKANAN SEHARI-HARI  hayati yang tu...
04/04/2015

SUBHANALLAH! LUAR BIASA (INFO BERMANFAAT)

ALLAH MEMBERIKAN PETUNJUK KESEHATAN MELALUI MAKANAN SEHARI-HARI

hayati yang tumbuh di dunia ini ternyata banyak kemiripan dengan organ tubuh manusia, ajaibnya bentuk buah sama dengan organ serta khasiatnya.

Apakah kita menyadari jika Allah sudah memberikan petunjuk untuk kita melalui sehari-hari??? Buah-buah berikut ini contohnya...

1. WORTEL - MATA
Irisan ternyata mirip sekali ya dengan iris , bahkan pola garis radialnya mirip! Beta caroten, yang menghasilkan warna oranye cerah pada wortel sudah terkenal menjaga kesehatan mata, menjaga kesehatan otot-otot mata, serta mencegah .

2. SELEDRI - TULANG
Betapa miripnya dengan tulang, dan seledri bagus juga lho buat tulang. Seledri mengandung senyawa silikon alami yang merupakan salah satu penguat tulang. Ada p**a kebetulan yang lain, seledri dan sama-sama mengandung hampir 23 persen sodium.

3. ALPUKAT - RAHIM
Buah alpukat berbentuk mirip dengan rahim. bisa menyeimbangkan hormon dan mencegah serviks. Kebetulan, buah alpukat membutuhkan waktu sekitar 9 bulan sejak bunga mekar hingga masa panen. Seperti bayi dalam kandungan ya?

4. KACANG WALNUT - OTAK
Bentuk sangat mirip dengan otak, dan Walnut mengandung omega-3, antioxidan, asam folat( vitamin B9), dan E lebih banyak dari jenis kacang lainnya.

5. TOMAT - JANTUNG
Serat serat pada mirip sekali dengan jaringan . Tomat mengandung likopen yang merupakan sumber vitalitas darah dan jantung. Konsumsi likopen mengurangi resiko penyakit jantung. Selain itu kandungan vitamin Cnya sangat tinggi dan pastinya,

6. UBI - PANKREAS
Ubi ternyata sangat berguna bagi kesehatan karena ubi menyetabilkan tingkat gula darah. juga mengandung vitamin B6 yang tinggi, studi menunjukkan vitamin B6 ini menghambat pertumbuhan pankreas!

6. JAHE - LAMBUNG
Kalau kita mual, orangtua akan menyarankan makan jahe. Betul? berbentuk mirip dengan , dan ternyata jahe memang membantu kelancaran . Jahe sudah lama dikenal sebagai zat pengobat bagi keluhan perut. Kandungan Gingerol di dalamnya memberikan rasa dan bau yang kuat. Jahe tercantum dalam database USDA phytochemicals sebagai bagi rasa dan .

7. ANGGUR - PARU-PARU
terlihat sangat mirip dengan alveoli dalam paru-paru. Dari Alveoli, dilepaskan dari paru paru ke dalam darah. Anggur juga terbukti mengurangi resiiko kanker paru-paru. Biji anggur mengandung zat kimia bernama proanthocyanidin, yang dapat mengurangi efek ..

8. JAMUR - TELINGA
yang diiris ini mirip sekali dengan daun ya. Jamur mengandung vitamin D yang sangat berguna untuk menjaga kemampuan pendengaran .

9. JERUK - KELENJAR PAYUDARA
Buah , grapefruit lemon, dan jenis sitrus lainnya berbentuk mirip dengan kelenjar susu pada payudara wanita. Menurut dr Moulavi , jenis sitrus mengandung zat yang disebut limonoids, yang menunjukkan kemampuan menghambat perkembangan kanker pada hewan dan sel payudara manusia

10. BUAH ARA - Z***R
Ara adalah buah yang dipenuhi biji dan mereka tumbuh berpasangan 2 buah (sama seperti buah z***r laki-laki). Buah ara bermanfaat meningkatkan kelincahan dan mobilitas dari dan juga bermanfaat untuk meningkatkan jumlah sperma serta mencegah pada laki-laki.

11. BAWANG - SEL TUBUH
terlihat seperti sel tubuh. Riset terkini menunjukkan bahwa bawang membantu membersihkan material-material yang tak terpakai di seluruh sel tubuh. Bawang bisa membuat mata memproduksi air mata yang bisa mencuci lapisan luar

http://wartakesehatan.com/47660/tuhan-memberikan-petunjuk-kesehatan-melalui-makanan-sehari-hari

01/04/2015

Berikut Gejala Meningitis yang Menimpa Olga Syahputra

PENYAKIT meningitis bisa terjadi siapa saja, baik orangtua maupun bayi baru lahir. Seperti kasus yang menimpa komedian Indonesia, Olga Syahputra yang terserang meningitis hingga menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

Sebagian orang belum mengetahui apa itu penyakit meningitis. Berikut gejala seseorang yang menderita meningitis, seperti yang disitat dari Mayoclinic, Minggu (29/3/2015).

- Demam tinggi mendadak

- Sakit kepala yang parah

- Leher kaku

- Muntah atau mual

- Kesulitan konsentrasi

- Kejang

- Kantuk dan kesulitan bangun

- Nafsu makan dan minum berkurang

- Ruam pada kulit

Sementara gejala meningitis pada bayi yang baru lahir tidak seperti gejala orang dewasa. Newborn (bayi baru) tak miliki tanda-tanda seperti sakit kepala dan leher kaku.

Bayi yang alami meningitis miliki gejala yaitu, demam tinggi, menangis secara konstan, ada benjolan di ubun-ubun kepala bayi, bayi tidak aktif dan alami makan yang buruk.

Jika bayi Anda alami gejala tersebut, segeralah cari perawatan medis. Karena penyakit ini bisa datang sangat cepat. Untuk itu membutuhkan pengobatan antibiotik yang cepat untuk meningkatkan pemulihan.

Selain itu, penundaan pengobatan meningitis bisa berakibat fatal, karena bakteri bisa meningkat dan timbulkan risiko kerusakan otak permanen atau kematian.
Tak hanya itu saja, bakteri meningitis dapat berakibat fatal dalam hitungan hari. Tak ada cara untuk mengetahui apa jenis meningitis seseorang , sebelum menjalani tes cairan tulang belakang. (okezone).

Madunya Para Raja (PREMIUM QUALITY)Baik untuk teraphy/pengobatan:- Menurunkan kadar glukosa darah/ DIABETES.- Meningkatk...
29/03/2015

Madunya Para Raja (PREMIUM QUALITY)

Baik untuk teraphy/pengobatan:
- Menurunkan kadar glukosa darah/ DIABETES.
- Meningkatkan kekuatan dan DAYA TAHAN S*X.
- Mencegah ejakulasi dini/ lemah syahwat.
- Mengobati asam urat dan reumatik.
- Mengobati darah tinggi/ darah rendah.
- Memperkuat kerja liver/ hati.
- Pengobatan penyakit jantung.
- Pengobatan dan perawatan stroke.
- Membantu menurunkan demam tinggi.
- Mengobati malaria / DBD dan typus.
- Meningkatkan daya tahan tubuh/ stamina.
- Pengobatan pada berbagai alergi/ gatal-gatal.
- Mengatasi keputihan bagi wanita.
- Melancarkan haid.
- Menghaluskan wajah/ masker wajah.
- Diet alami/ over weight.
- Batuk/ pilek
- Membantu proses detoxifikasi.
- Dapat digunakan untuk luka luar (dioles)

Tersedia di Damar Herbal Cilacap, Jl. Damar No. 114 Cilacap Utara
PIN BBM 75C728CB

29/03/2015

Aneka Resep Herbal Untuk Cacingan Pada Anak

1. Cacingan pada anak (infeksi cacing gelang)
Bahan : Pare
Cara Pengolahan : 2-3 biji pare giling sampai halus aduk dengan sedikit air masak. Minum, disusul dengan air hangat

2. Cacing Kremi
Bahan : Akar pohon pepaya dan Bawang Putih
Cara pengolahan : 1 jari akar pepaya + 1 siung bawang putih, rebus dengan 100c minum 2 x 1 sehari, diulangi selama 4 hari sampai sembuh

3. Cacing Gelang
Bahan : Jahe dan Madu
Cara pengolahan : 60 gr jahe lumat beri segelas air, saring + 1 sdm madu minum 3 x sehari

4. Cacingan
Bahan : Mengkudu dan Madu
Cara Pengolahan : mengkudu matang dicuci potong seperlunya, blender dengan air secukupnya rebus sampai mendidih + madu secukupnya, aduk rata minum

5. Cacingan
Minum Teh Pegagan

6. Cacingan
Jus biji zaitun mentah

7. Cacingan
Bahan : Jambu Biji dan Madu
Cara pengolahan : Biji jambu biji 1 genggam + madu 3 sendok makan, tumbuk halus biji jambu dan ditambah madu, aduk rata. Minum ramuan dengan air hangat, ulangi 4-5 hari.

Sumber : 1001 Resep Obat Asli Indonesia Hal 58-61
Damar Herbal Cilacap Jl. Damar No. 114 Cilacap Utara
PIN BBM : 75C728CB

Garlic OilHerbal Untuk KolesterolTersedia di Damar Herbal Cilacap, Jl. Damar No. 114 Cilacap UtaraPIN BBM 75C728CB
28/03/2015

Garlic Oil
Herbal Untuk Kolesterol
Tersedia di Damar Herbal Cilacap, Jl. Damar No. 114 Cilacap Utara
PIN BBM 75C728CB

Anda Mempunyai Kasus Ambeien Bertahun-Tahun!!Ambextra Unlergo Solusinya !!Tersedia di Damar Herbal Cilacap, Jl. Damar No...
28/03/2015

Anda Mempunyai Kasus Ambeien Bertahun-Tahun!!
Ambextra Unlergo Solusinya !!
Tersedia di Damar Herbal Cilacap, Jl. Damar No. 114 Cilacap Utara
PIN BBM 75C728CB

Address

Cilacap Regency
53234

Telephone

0857-4294-2962

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Damar Herbal Cilacap posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category