06/12/2021
Penyakit anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Selain itu, anemia terjadi ketika hemoglobin di dalam sel-sel darah merah tidak cukup, seperti protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Faktor Risiko Anemia
βΉ Stimulasi produksi sel darah merah yang tidak memadai dipengaruhi oleh hormon.
βΉ Hiportiroidisme
βΉ Beberapa gangguan yang dapat meningkatkan kerusakan sel darah merah.
βΉ Kekurangan vitamin dan nutrisi seperti rendah zat besi, vitamin B12, dan folat.
βΉ Gangguan usus, sehingga kemampuan menyerap nutrisi dan vitamin berkurang.
βΉ Memiliki penyakit kronis.
βΉ Penyakit keturunan atau diturunkan dari orangtua.
βΉ Faktor lain, seperti paparan zat beracun, kondisi imun tubuh, dan sebagainya.
Kemungkinan penyebab anemia meliputi:
π Konsumsi obat-obatan tertentu.
π Adanya eliminasi yang terjadi lebih awal dari biasanya pada sel darah merah yang disebabkan oleh masalah kekebalan tubuh.
π Memiliki riwayat penyakit kronis, seperti kanker, ginjal, rheumatoid arthritis, atau ulcerative colitis.
π Mengidap beberapa bentuk anemia, seperti talasemia atau anemia sel sabit, yang bisa diturunkan.
π Sedang hamil.
π Memiliki masalah kesehatan dengan sumsum tulang, seperti limfoma, leukemia, anemia aplastik atau myelodysplasia, dan multiple myeloma.
Gejala anemia yang paling umum adalah tubuh cepat merasa lelah dan terlihat pucat serta sering mengeluh kedinginan. Beberapa gejala umum lainnya, antara lain:
βΉ Selalu merasa mudah marah.
βΉ Sakit kepala.
βΉ Mengalami masalah sulit berkonsentrasi atau berpikir.
βΉ Sembelit.
Akan muncul kondisi ini apabila penyakit semakin parah:
βΉ Warna biru hingga putih pada mata.
βΉ Kuku menjadi rapuh.
βΉ Muncul keinginan untuk makan es batu, tanah, atau hal-hal lain yang bukan makanan (kondisi ini disebut juga βpicaβ).
βΉ Pusing ketika berdiri.
βΉ Warna kulit pucat.
βΉ Sesak napas.
βΉ Lidah terasa sakit.
Selain itu, beberapa jenis anemia yang dapat menyebabkan gejala spesifik, termasuk:
π Anemia aplastik: Penyakit ini dapat menyebabkan demam, sering mengalami infeksi, dan ruam kulit.
π Anemia defisiensi asam folat: Gangguan ini dapat menyebabkan iritabilitas, diare, dan tidak nyaman pada lidah.
π Anemia hemolitik: Jenis anemia ini dapat menyebabkan penyakit kuning, urine berwarna gelap, demam, hingga sakit perut.
π Anemia sel sabit: Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan di kaki dan tangan, serta kelelahan hingga penyakit kuning.
Anemia dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan otak, jantung, dan organ lain dalam tubuh. Beberapa komplikasi serius yang dapat terjadi, antara lain:
βΉ Sulit untuk beraktivitas karena tubuh yang mudah lelah.
βΉ Mengidap masalah pada jantung, seperti aritmia atau gagal jantung.
βΉ Masalah pada paru-paru.
βΉ Pada wanita hamil, komplikasi kehamilan dapat terjadi seperti bayi lahir prematur atau bayi lahir berat rendah.
βΉ Gangguan tumbuh kembang pada jika anemia menyerang anak atau bayi.
βΉ Rentan mengidap infeksi.
βΌ ππππππ πππππ ππππ ππππππππππ ππππ βΌ
π Konsultasi Gratis di 0823-1338-8530
π Atau Klik : http://www.wasap.my/+6282313388530
Via Call/sMs/Whatsap 24Jam Online