23/10/2021
Cerita-cerita yuk.
Pasien datang dengan cerita bahwa beliau sedang dirawat oleh seorang sejawat.
"Saya ke teman saya yang dentist karena gigi saya nyut-nyutan, Dok. Saya sudah 2x ke dia. Habis kunjungan yang pertama, gigi saya ditambal sementara tapi gusi saya sekitar gigi yang ditambal pada luka lebar. Saya datang lagi ke dia terus tambalannya dibuka, diganti. Sudah ga sakit, Dok. Tapi saya kok ada kayak makanan nyelip ga bisa saya keluarin ya, Dok."
*Pasien sebelumnya sudah memiliki hasil rontgen panoramik & saya sudah melihatnya sebelum saya memeriksa kondisi di dalam mulut pasien. Jadi, saya sudah tahu ada gigi yang perlu dilakukan perawatan saluran akar. Tapi...saya tetap cukup kaget dengan kondisi jaringan penyangga gigi tersebut.
Saat saya periksa, sudah terdapat dinding artifisial. Sayangnya, dibuat pada kunjungan kedua.
Atas persetujuan pasien, tambalan yang menjadi dinding artifisial saya bongkar. Tampak gingiva pada daerah proksimal nekrosis parah. Gingiva nekrosis melambai dan itulah yang dirasakan sebagai "makanan nyelip" oleh pasien.
Dilakukan pemeriksaan dengan CBCT dan tampak kerusakan pada tulang alveolar. Pasien saya rujuk ke sejawat spesialis periodontia dan telah dilakukan bedah flep disertai kuretase tulang alveolar yang nekrosis. Perawatan saluran akar baru bisa dilanjutkan sekitar 2 minggu dari saya membuat posting ini.
Pelajaran yang sangat penting:
1. Detail sangat penting dalam endodontik. Jangan skip atau anggap sepele hal kecil seperti membuat dinding artifisial sebelum meletakkan obat devitalisasi dalam gigi pasien. Selalu pastikan gigi memiliki 4 dinding sebelum melakukan perawatan saluran akar.
2. Rujuk pasien kepada sejawat yang memiliki keahlian pada bidang spesialisasinya apabila menemukan kasus dimana kompetensi dan keahlian kita tidak memadai. Pada kasus ini, saya merujuk kepada sejawat spesialis periodontia.
Cerita ini dibuat sebagai pembelajaran untuk saya. Lanjutan kasus akan diusahakan dibagikan setelah dilakukan perawatan saluran akar.
Semoga kita semua berbahagia dan melakukan yang terbaik bagi pasien-pasien kita.