27/08/2026
Tahukah Anda? Secara ilmiah, rata-rata orang melupakan 75% hingga 85% materi yang didengar hanya dalam kurun waktu 24 jam. Pada sesi belajar selama 15 menit saja, anak dengan perkembangan tipikal umumnya hanya mampu mengingat sekitar 41% dari informasi yang diterima.
Proses melupakan ini adalah hal yang wajar dalam mekanisme kerja otak. Namun, keterbatasan retensi memori ini dapat diatasi melalui dua strategi utama:
1๏ธโฃ Pengulangan Berkala (Repetition): Penugasan terstruktur atau pengulangan materi di rumah berfungsi menguatkan kembali jembatan memori yang mulai melemah.
2๏ธโฃ Pendekatan Multisensori (Multisensory Stimulus): Melibatkan berbagai indra (visual, auditori, taktil, dan kinestetik) saat belajar terbukti meningkatkan daya ingat dan pemahaman anak secara signifikan.
Memahami cara kerja memori anak membantu guru dan orang tua menerapkan metode pendampingan yang lebih efektif, sabar, dan berbasis bukti ilmiah.
Ingin menguasai strategi pembelajaran yang tepat sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan belajar anak?
Mari bergabung dalam program pelatihan bersama CAE Indonesia:
๐น PKP2I (Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Pendidikan Inklusif)
๐น PAUD (Program Pelatihan Guru Pendidikan Anak Usia Dini)
๐ฒ Dapatkan informasi jadwal batch dan pendaftaran melalui tautan di bio kami!