Jeda Untuk Jiwa

Jeda Untuk Jiwa Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Jeda Untuk Jiwa, Mental Health Service, Jakarta.

Setiap hari kita terbiasa memberi saran. Kepada teman, pasangan, rekan kerja, bahkan kepada diri sendiri.Namun, pernahka...
03/08/2026

Setiap hari kita terbiasa memberi saran. Kepada teman, pasangan, rekan kerja, bahkan kepada diri sendiri.

Namun, pernahkah Anda memiliki ruang untuk benar-benar didengarkan?

Dalam rangka **HUT ke-81 Republik Indonesia**, Masyarakat Coach Indonesia menghadirkan **Coaching Merdeka**: 45 sesi coaching personal **gratis**, dilakukan secara **1-on-1 melalui Zoom** bersama coach profesional.

Bukan seminar. Bukan kelas. Melainkan sebuah percakapan yang membantu Anda melihat persoalan dengan lebih jernih dan menemukan langkah berikutnya.

Kalau Anda merasa sedang membutuhkan ruang percakapan seperti ini, tuliskan **"YA"** di kolom komentar. Kami akan mengirimkan informasi pendaftarannya.

Karena kemerdekaan tidak hanya tentang sebuah bangsa. Kadang, kemerdekaan juga berarti terbebas dari kebingungan dalam diri.



30/07/2026

"Pernah marah ke anak... lalu beberapa menit kemudian menyesal?" Bukan berarti Anda orang tua yang buruk.

Kadang, reaksi yang muncul bukan hanya dipicu oleh keadaan hari ini. Bisa jadi ada emosi lama yang belum pernah benar-benar dipahami, sehingga respons menjadi lebih impulsif. Kalau mulai merasa emosi naik, coba lakukan ini.

Tarik napas perlahan melalui hidung selama empat hitungan...
Tahan sejenak...
Lalu hembuskan perlahan melalui mulut selama enam hitungan.

Sekarang, lihat lima benda di sekitar Anda.
Rasakan kedua telapak kaki menyentuh lantai.

Latihan sederhana ini hanya membutuhkan sekitar lima belas detik, tetapi dapat membantu tubuh kembali lebih tenang sebelum Anda merespons.

Karena anak tidak selalu membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang mampu berhenti sejenak... lalu memilih respons dengan lebih sadar.

Kamu tidak harus menjadi orang tua yang sempurna. Cukup pilih untuk berhenti mewariskan luka. ๐ŸŒฟSering kali saat emosi ki...
29/07/2026

Kamu tidak harus menjadi orang tua yang sempurna. Cukup pilih untuk berhenti mewariskan luka. ๐ŸŒฟ

Sering kali saat emosi kita meledak ke anak, kita refleks menyalahkan tindakan mereka. Padahal jika kita mau jujur, reaksi terbesar itu sering kali bukan berasal dari situasi saat ini, melainkan luka lama kita sendiri yang belum sembuh.

Anak tidak membutuhkan orang tua yang selalu benar. Mereka hanya butuh orang tua yang berani belajar, memperbaiki diri, dan hadir dengan kesadaran penuh.

Mari kita pelajari dan bedah teknik kognitif ini bersama di Webinar Parenting Reflection pada Minggu, 2 Agustus 2026 (09.00 - 10.30 WIB).

๐Ÿ”ฅ PROMO KHUSUS: Investasi Early Bird hanya Rp 49.000 dan berlaku promo Bayar 1 Gratis 2 Peserta! (Cocok banget buat ajak pasangan atau kakek-nenek si kecil).

Jika kamu siap belajar dan memutus pola lama demi masa depan anak, ketik "PUTUS RANTAI" di kolom komentar sekarang. Kami akan langsung mengirimkan link pendaftaran resminya langsung ke DM kamu! ๐Ÿ“ฉ๐Ÿ‘‡

28/07/2026

"Pernah nggak setelah memarahi anak, tiba-tiba kamu terdiam. Karena cara bicaramu... terdengar sangat mirip dengan orang tuamu dulu."

Banyak orang tua tidak pernah berniat mengulang pola yang mereka alami. Namun ketika tubuh sedang lelah, pikiran penuh, dan emosi tidak sempat diproses, kita cenderung bereaksi secara otomatis.

Sering kali, reaksi itu dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman lama yang belum benar-benar kita pahami. Bukan karena kamu orang tua yang buruk. Tetapi karena pola yang diwariskan tanpa disadari
memang bisa terus berulang... sampai ada yang memilih untuk menyadarinya.

Dan kesadaran itulah...
yang bisa menjadi awal perubahan dalam cara kita membangun relasi dengan anak. Karena setiap generasi... selalu punya kesempatan untuk menciptakan pola yang lebih sehat daripada generasi sebelumnya.

27/07/2026

"Pernah menyesal setelah membentak anak?"

Lalu bertanya dalam hati, "Kenapa reaksiku sebesar itu?" Sering kali, yang muncul bukan hanya karena perilaku anak hari ini. Tetapi karena ada pengalaman masa lalu yang belum benar-benar selesai diproses.

Saat tekanan bertambah, emosi lama bisa ikut berbicara. Akibatnya, kita bereaksi lebih besar daripada situasi yang sebenarnya. Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak bertumbuh dalam lingkungan yang aman, didengar, dan dihargai. Dan itu dimulai dari keberanian kita untuk mengenali pola emosi yang kita bawa. Karena warisan terbaik untuk anak bukan hanya pendidikan atau materi, tetapi juga cara kita hadir dengan lebih tenang dan lebih sadar.

Anak tidak selalu mengingat apa yang kita katakan. Tetapi mereka sering mengingat bagaimana kita membuat mereka merasa. Kadang, yang perlu kita ubah bukan anaknyaโ€ฆ melainkan pola reaksi yang tanpa sadar kita bawa sejak lama.

Kalau kamu sedang belajar menjadi orang tua yang lebih tenang, tulis โค๏ธ di kolom komentar. Mungkin cerita kita tidak sama, tapi proses belajarnya bisa kita jalani bersama.

Sering kali, tanpa sadar, luka masa lalu atau emosi yang belum selesai di dalam diri kita sebagai orang tua ikut terwari...
24/07/2026

Sering kali, tanpa sadar, luka masa lalu atau emosi yang belum selesai di dalam diri kita sebagai orang tua ikut terwariskan kepada anak-anak tercinta.

Kita mungkin berniat memberikan yang terbaik, namun beban emosional yang terpendam di pikiran bawah sadar justru bisa menjadi luka bagi mereka.

Kapan terakhir kali Ayah dan Bunda meluangkan waktu sejenak untuk merefleksikan diri?

Yuk ikuti webinar Parenting Reflection bersama Coach dr. Ira & Coach Wiwin. Di sesi ini, kita akan bersama-sama menyelami dan memahami pola emosi diri sendiri sebelum terlambat, demi menciptakan hubungan yang lebih hangat dan harmonis dengan buah hati.

๐Ÿ’œ [WEBINAR PARENTING EKSKLUSIF] "Memahami Pola Emosi Orang Tua Sebelum Terlambat Menjadi Luka Bagi Anak" ๐Ÿ’œHalo Ayah, Bun...
20/07/2026

๐Ÿ’œ [WEBINAR PARENTING EKSKLUSIF] "Memahami Pola Emosi Orang Tua Sebelum Terlambat Menjadi Luka Bagi Anak" ๐Ÿ’œ

Halo Ayah, Bunda, dan Teman-teman semua! ๐Ÿ‘‹

Apakah kita sudah benar-benar mengenali pola emosi diri sendiri saat membersamai tumbuh kembang anak? Seringkali, luka atau trauma masa lalu tanpa sadar memengaruhi cara kita mendidik si kecil. Sebelum pola tersebut membekas pada mereka, yuk mari bersama-sama melakukan refleksi diri.

Ikuti Webinar Eksklusif "PARENTING REFLECTION" yang akan mengupas tuntas cara berdamai dengan ekspektasi parenting dan memahami pikiran bawah sadar kita.

๐Ÿ—ฃ๏ธ Menghadirkan Pemateri Ahli:

Coach dr. Ira, MKK, MMRS, C.CHt., CI-CHt (Executive Mind Coach | Med. Hypnotherapy)

Coach Wiwin, S.H., M.H. (C.CHt., CI-CHt) (Lawyer | Instruktur & Praktisi Hypnotherapy | Life & Career Coach)

๐Ÿ—“๏ธ Catat Jadwalnya:

Hari/Tanggal: Minggu, 2 Agustus 2026

Waktu: 09.00 - 10.30 WIB

Media: Live on Zoom

๐Ÿง  Manfaat yang Akan Anda Dapatkan:

Mengenal Pola Pikiran Bawah Sadar

Langkah Awal Memutus Rantai Trauma (inner child)

Mempelajari Teknik Self-Hypnotherapy

Berdamai dengan Ekspektasi Parenting

๐Ÿ’ต Investasi Kebaikan:

Early Bird: Rp 49.000,- (s/d H-3 sebelum event!) โณ

Normal: Rp 99.000,-

Kuota Terbatas! Amankan kursi Anda sekarang demi masa depan emosional anak yang lebih sehat dan harmonis. โœจ

๐Ÿ‘‡ Klik Link Di Bawah Ini Untuk Mendaftar: ๐Ÿ‘‡
bit.ly/SELFREFLECTION1

Informasi lebih lanjut:
๐Ÿ“ž WA: 0851-2605-8080
๐ŸŒ Website: portneolife.com

19/07/2026

Work out buat otak hari ini! ๐Ÿง ๐Ÿ’ช

Selesai mengikuti workshop Brain Training yang super insightful. Ternyata banyak banget teknik sederhana yang bisa bikin kita lebih fokus dan nggak gampang burnout.

Siap menyambut tantangan dengan pikiran yang lebih segar!

16/07/2026

"Tubuh Anda ada di kantor... tetapi pikiran Anda entah ke mana." Pernah mengalaminya?

Anda tetap hadir di rapat. Menyelesaikan pekerjaan. Menjawab email. Namun di dalam diri, rasanya seperti bekerja dengan "mode otomatis". Pikiran mudah melayang. Sulit berkonsentrasi. Keputusan kecil pun terasa menguras energi.

Banyak orang mengira ini hanya soal kurang istirahat. Padahal, sering kali yang sedang lelah bukan tubuhnya... melainkan kapasitas mental yang terus dipaksa bekerja tanpa jeda. Ketika kondisi ini berlangsung terlalu lama, fokus menurun, rasa percaya diri ikut terganggu, dan arah yang sebelumnya terasa jelas mulai dipenuhi keraguan.

Produktivitas tidak selalu dimulai dari bekerja lebih keras. Sering kali, yang dibutuhkan adalah kembali mengenali cara kerja pikiran Anda.

Pikiranmu itu kemudi hidupmu. Tapi, yakin kamu sudah tahu cara nyetirnya? ๐Ÿง ๐Ÿš—Banyak dari kita merasa lelah, stres, dan hi...
15/07/2026

Pikiranmu itu kemudi hidupmu. Tapi, yakin kamu sudah tahu cara nyetirnya? ๐Ÿง ๐Ÿš—

Banyak dari kita merasa lelah, stres, dan hilang arah bukan karena kurang kerja keras. Tapi karena kita membiarkan pola pikir otomatis yang melemahkan mengambil alih kendali.

Kalau cara pikir dan cara komunikasimu belum berubah, jangan heran kalau hasil hidupmu masih begitu-gitu saja.

Kabar baiknya, Anda bisa belajar mengenali pola pikir otomatis, melatih fokus, dan membentuk arah hidup yang lebih sehat di "Workshop Brain Training" bersama dr. Ira dan Coach Wiwin.

Sesi ini 100% GRATIS (FREE)! Tapi ingat, pendaftaran akan langsung ditutup begitu kuota terpenuhi.

Amankan kursi gratis Anda sekarang sebelum kehabisan.

Link Pendaftaran :
bit.ly/portneoworkshop

Contact Person :
0851-2605-8080

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jeda Untuk Jiwa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share