30/05/2023
Klaten - Sungai Pandansimping di perbatasan Kecamatan Jogonalan dan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah punya sejarah horor yang dipercaya sebagai tempat kuburan massal. Di sungai itu ratusan bahkan disebut hingga seribuan orang tahanan partai komunis Indonesia (PKI) dieksekusi tahun 1965.
"Betul di situ dulu untuk eksekusi tahanan PKI tahun 1965. Jumlahnya ya mungkin ratusan seingat saya," kata Kades Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Supriyadi, kepada detikJateng, Kamis (25/8/2022) siang.
Supriyadi menceritakan saat kejadian dirinya masih duduk di bangku SD. Truk aparat biasanya datang dan transit di desanya.
"Dulu dekat rumah untuk transit truk aparat, transitnya di desa saya. Terus dibawa ke sungai yang Utara masuk desa Geneng, Kecamatan Prambanan dan selatan jembatan masuk desa Somopuro," terang Supriyadi.
Maryanto (80) warga setempat yang juga saksi sejarah menuturkan, di zaman 1965 wilayah Klaten banyak pengikut PKI. Setelah geger gerakan 30 September 1965 di Jakarta eksekusi mulai dilakukan.
"Selang beberapa hari setelah meletus kejadian 30 September 1965 mulai ada eksekusi beberapa orang di situ. Setelah itu kadang enam orang yang ditembak satu malam," kata Maryanto kepada detikJateng
Lebih lanjut Maryanto mengungkap, setelah dieksekusi warga sekitar diminta untuk mengubur jenazah. Termasuk dirinya dan sang adik yang ikut mengubur.
"Saya dan adik saya malam-malam dibawa ke sungai oleh tentara, ya takut. Ternyata sampai tanggul hanya diminta menguburkan jenazah PKI, dan tidak dibayar," jelas Maryanto yang warga Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan.
Yang ditembak di sungai itu, kata Maryanto, adalah para tokoh PKI dari berbagai daerah. Eksekusi berlangsung sekitar 2-3 bulan sejak Oktober 1965.
Selengkapnya di detik.com