18/05/2026
Mengenal penyakit GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease)
GERD adalah penyakit yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala GERD bisa berupa sensasi perih di dada dan perut, rasa pahit di mulut, nyeri ulu hati, mual, dan sulit menelan.
Otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophageal sphincter (LES) normalnya akan terbuka saat menelan, kemudian menutup setelah makanan turun ke lambung. Namun, otot ini dapat melemah, misalnya akibat penyakit atau pola hidup yang kurang sehat.
Otot LES yang tidak bisa menutup sepenuhnya dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi inilah yang menimbulkan gejala GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit asam lambung.
Penyebab GERD
Penyebab GERD adalah melemahnya otot LES sehingga tidak mampu menahan isi lambung atau asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat mengiritasi lapisan kerongkongan hingga menyebabkan peradangan.
Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab GERD, yaitu:
Obesitas
Kehamilan
Usia lanjut
Kebiasaan sering berbaring atau tidur setelah makan
Gastroparesis, yaitu melemahnya otot dinding lambung sehingga pengosongan lambung melambat
Gangguan jaringan ikat, misalnya skleroderma atau lupus
Penyakit bawaan lahir, seperti hernia hiatus dan atresia esofagus
Pernah menjalani operasi di area dada atau perut bagian atas sehingga melukai kerongkongan
Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya aspirin, ibuprofen, benzodiazepin, antidepresan, atau obat terapi hormon untuk menopause
Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memperparah gejala GERD:
Kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok (perokok pasif)
Diet ekstrim atau telat makan saat puasa
Sering makan dalam porsi besar atau makan pada tengah malam
Mengonsumsi makanan yang asam, berlemak, atau berbumbu pedas
Mengonsumsi minuman berkafein, beralkohol, atau bersoda
Mengalami gangguan kecemasan atau stres yang tidak terkelola dengan baik (GERD anxiety)
Gejala GERD
GERD dapat dialami semua kalangan usia, baik dewasa maupun anak-anak. Ketika asam lambung naik, gejala GERD yang dapat muncul antara lain:
Sensasi terbakar di dada (heartburn)
Rasa asam atau pahit di mulut
Mual dan muntah
Bau mulut
Suara serak
Nyeri di dada, perasaan sepeti ada angin di dada, atau nyeri ulu hati hilang timbul
Sakit saat menelan atau kesulitan menelan
Sensasi mengganjal di tenggorokan
Kerongkongan sakit atau meradang (esofagitis)
Perut kembung atau sering bersendawa
Suara serak
Gigi sensitif dan mulut terasa asam
Selain gejala-gejala di atas, GERD bisa menimbulkan keluhan yang mirip dengan asma, seperti batuk terus-menerus (kronis), sesak napas, atau mengi. Gejala GERD biasanya memburuk ketika penderita selesai makan dalam porsi besar atau berlemak. Begitu juga saat berbaring, membungkuk, dan beristirahat pada malam hari.
Sementara itu, gejala GERD yang bisa terjadi pada bayi dan anak-anak antara lain:
Lebih rewel dari biasanya atau menangis setelah makan
Sering cegukan atau bersendawa
Enggan makan atau hanya makan sedikit
Bau mulut
Suara serak
Sering muntah
Sulit tidur
Mengi
Kapan harus ke dokter
Anda atau anak Anda dianjurkan untuk periksa ke dokter jika mengalami beberapa hal berikut ini:
Gejala-gejala GERD tidak membaik atau malah memburuk setelah minum obat maag
Keluhan GERD terjadi lebih sering selama 3 minggu terakhir
Kesulitan menelan
Timbul gejala baru yang lebih serius, seperti muntah terus-menerus, berbusa, atau disertai darah, maupun berat badan turun tanpa penyebab yang jelas
Segera cari pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat bila Anda mengalami nyeri dada yang menjalar ke rahang dan lengan disertai sesak napas dan keringat dingin. Gejala tersebut bisa menandakan serangan jantung yang harus segera ditangani oleh dokter.
Pengobatan GERD
GERD umumnya bisa sembuh sendiri dengan perbaikan pola hidup dan menjauhi kebiasaan yang dapat memicu atau memperparah GERD. Penggunaan obat maag yang dijual bebas juga bisa membantu mengatasi GERD.
Komplikasi GERD
Jika tidak ditangani, GERD dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berikut:
1.Esofagitis, yaitu peradangan di lapisan kerongkongan yang ditandai dengan sakit dan sulit saat menelan penyempitan kerongkongan akibat pembentukan jaringan parut
2.esofagus Barrett, yaitu kondisi prakanker pada kerongkongan
3.Aspirasi paru, yaitu ketika asam lambung masuk ke paru-paru
Pencegahan GERD
Pencegahan GERD dapat dilakukan dengan perbaikan pola makan, minum, dan gaya hidup. Beberapa upaya yang bisa dijalankan adalah :
1.Jaga berat badan agar tetap ideal &
Turunkan berat badan jika menderita obesitas.
2.Hindari makanan berlemak atau berbumbu pedas, serta minuman dengan rasa asam, berkafein, beralkohol, atau berkarbonasi.
3.Jangan langsung berbaring atau tidur setelah makan, setidaknya sampai 2–3 jam.
4.Batasi penggunaan obat-obatan, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen
5.Berhenti merokok.
6.Latihan mengelola stres, misalnya dengan yoga atau meditasi.
7.Kenakan pakaian atau celana yang longgar agar tidak menekan perut.
Semoga bermanfaat
Salam Sehat..
Sumber : https://www.alodokter.com/
GERD adalah penyakit yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala GERD bisa berupa sensasi perih di dada dan perut, rasa pahit di mulut, nyeri