27/08/2026
Perkembangan AI melaju lebih cepat daripada tata kelola bisnis keluarga. Bisnis keluarga kini mengadopsi AI dengan pesat. Namun, teknologi berkembang lebih cepat dibandingkan dengan banyak struktur kepemilikan, tata kelola, dan suksesi yang ada. Pertanyaan yang lebih besar mungkin bukan tentang apa yang bisa dilakukan AI, melainkan siapa yang berhak memutuskan apa yang seharusnya dilakukan oleh teknologi tersebut.
* Dan menurut saya, hal ini akan menjadi salah satu isu penentu bagi bisnis keluarga dalam beberapa tahun ke depan.
* Sebagian besar diskusi mengenai AI masih berfokus pada aspek teknologinya:
* Alat apa yang sebaiknya kita gunakan?
* Apa saja yang bisa kita otomatisasi?
* Seberapa besar peningkatan produktivitas yang bisa kita capai? 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗔𝗜 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗯𝗮𝗵 𝗯𝗶𝘀𝗻𝗶𝘀?
* Hal itu bukan lagi sekadar persoalan IT.
* Itu adalah persoalan kepemimpinan dan tata kelola.
* Penelitian global terkini telah menunjukkan besarnya pergeseran ini. Bisnis keluarga mengadopsi AI dengan cepat, sementara di saat yang sama, banyak di antaranya masih bergulat dengan tantangan klasik seputar tata kelola, suksesi, kesiapan generasi penerus, dan manajemen profesional.
* Kombinasi situasi tersebut layak mendapatkan perhatian lebih besar.
𝗥𝗜𝗦𝗜𝗞𝗢 𝗦𝗘𝗕𝗘𝗡𝗔𝗥𝗡𝗬𝗔 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡𝗟𝗔𝗛 𝗔𝗜 𝗜𝗧𝗨 𝗦𝗘𝗡𝗗𝗜𝗥𝗜. Putri Setiawan Denny Handoyo Erika Angelina Theresa Learns Bryant Lucas Wong Lidia Trisusilowati Anthonny Wehantouw Michael Pranajaya David Joko Selamat Sunarjo Bulerabica - coffee for you Auto High Golden Gate University Sherly Tjoanda DR.Dr.Yesaya Yunus SpBS (K) Subsp TB , FINSS Family Business Association familybusinessindonesia Yuliana Ling