dr. Wahyu Triasmara (Dokter Sahabat Anda)

dr. Wahyu Triasmara (Dokter Sahabat Anda) "Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa membuat orang lain merasakan kebahagiaan yang kita rasa". Follow Instagram .wahyutriasmara
(1)

Miris...Seorang ayah seharusnya merasa aman di rumahnya sendiri.Namun sebuah peristiwa memilukan terjadi di Medan. Seora...
01/08/2026

Miris...

Seorang ayah seharusnya merasa aman di rumahnya sendiri.

Namun sebuah peristiwa memilukan terjadi di Medan. Seorang pria berinisial RT (39) diduga membakar ayah kandungnya, YL (66), setelah keduanya terlibat pertengkaran. Yang membuat kasus ini semakin memprihatinkan, pelaku juga diduga berada di bawah pengaruh narkoba saat kejadian.

Sebagai seorang dokter, saya ingin mengajak kita semua melihat kasus ini bukan hanya sebagai berita kriminal, tetapi juga sebagai pengingat bahwa penyalahgunaan narkoba dapat berkaitan dengan perubahan perilaku yang berbahaya. Penggunaan zat adiktif dapat mengganggu fungsi otak, menurunkan kemampuan mengendalikan emosi, mengaburkan penilaian, dan meningkatkan risiko tindakan impulsif maupun agresif. Namun, penyebab pasti perilaku seseorang tetap harus dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan yang berwenang.

Yang paling menyedihkan, korbannya adalah seorang ayah berusia 66 tahun yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan perlindungan dari keluarganya.

Fakta kasus:
• Korban: YL (66 tahun).
• Pelaku: RT (39 tahun), anak kandung korban.
• Lokasi: Jalan Wakaf 1A, Pinang Baris, Medan.
• Waktu kejadian: Jumat, 17 Juli 2026.
• Diduga diawali pertengkaran, kemudian pelaku menyiramkan bensin ke tubuh korban dan membakarnya.
• Korban mengalami luka bakar pada perut, selangkangan, dan beberapa bagian tubuh lainnya sehingga harus menjalani perawatan intensif.
• Pelaku sempat diamankan warga sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.
• Pelaku diketahui merupakan residivis dan diduga berada di bawah pengaruh narkoba saat kejadian.

Semoga korban segera mendapatkan penanganan terbaik dan pulih dari luka yang dialaminya. Semoga keluarga diberikan kekuatan menghadapi cobaan yang begitu berat.

Mari kita lebih peduli terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Jangan menunggu sampai kecanduan menghancurkan kesehatan, masa depan, bahkan merenggut rasa kemanusiaan dalam sebuah keluarga.

Karena ketika narkoba menguasai hidup seseorang, yang hancur bukan hanya dirinya, tetapi juga orang-orang yang paling ia cintai.

Bejat. Sulit mencari kata yang lebih tepat.Seorang ayah yang di mata banyak orang terlihat agamis dan harmonis, justru d...
30/07/2026

Bejat. Sulit mencari kata yang lebih tepat.

Seorang ayah yang di mata banyak orang terlihat agamis dan harmonis, justru diduga menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap putri kandungnya sendiri yang telah beranjak remaja. Yang lebih memilukan, korban juga diduga dipaksa mengonsumsi pil KB untuk menutupi perbuatan pelaku.

Korban dalam kasus seperti ini bukan hanya mengalami luka fisik.

Mereka bisa membawa trauma seumur hidup. Rasa takut, depresi, kecemasan, kehilangan kepercayaan kepada orang lain, hingga kesulitan membangun hubungan yang sehat saat dewasa adalah dampak yang sering kali tidak terlihat.

Sebagai seorang dokter, saya ingin mengingatkan bahwa **pil KB bukanlah alat untuk menghapus kejahatan seksual.** Pil KB tidak melindungi korban dari trauma psikologis, tidak mencegah infeksi menular seksual, dan tidak menghapus dampak kekerasan yang telah terjadi.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak sering kali bukan orang asing. Justru bisa berasal dari lingkungan yang paling dekat, bahkan orang yang seharusnya menjadi pelindung.

Fakta kasus:
• Pelaku: MYD alias Yaya (40 tahun), wiraswasta.
• Korban: Anak kandung, remaja perempuan.
• Lokasi kejadian dan penangkapan: Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
• Waktu penangkapan: Kamis, 23 Juli 2026.
• Saat pemeriksaan, polisi menemukan sebilah badik yang dibawa pelaku.
• Pelaku sempat nyaris diamuk warga sebelum akhirnya diamankan dan dibawa ke Mapolsek Lolayan.

Saya berharap korban mendapatkan perlindungan, pendampingan psikologis, serta proses hukum yang memberikan keadilan.

Dan untuk kita semua, jangan pernah mengabaikan perubahan perilaku pada anak. Ketakutan yang tiba-tiba, menarik diri dari lingkungan, mudah cemas, atau enggan berada di dekat seseorang bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang meminta pertolongan, meski tanpa kata-kata.

Anak tidak pernah pantas menjadi korban. Tugas orang dewasa adalah melindungi, bukan menyakiti.

29/07/2026

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Sumarna, seorang ayah yang mencari nafkah dengan bekerja sebagai petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur.

Kepergiannya yang begitu mendadak dan tragis tentu meninggalkan luka yang sangat mendalam, terutama bagi istri dan kedua anaknya. Melihat sang anak hanya mampu terdiam setelah kehilangan ayahnya dalam semalam, rasanya tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan kesedihan tersebut.

Saya berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kejadian ini secara terang dan memberikan keadilan bagi almarhum serta keluarganya.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa fasilitas vital seharusnya dilengkapi penerangan, CCTV, dan sistem keamanan yang memadai. Jangan sampai orang yang bertugas menjaga keamanan justru bekerja dalam kondisi yang tidak aman.

Sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan, insyaAllah saya bersama tim akan ikut hadir membantu kebutuhan pendidikan anak-anak almarhum. Bismillah, pendidikan dan cita-cita mereka harus tetap berjalan meskipun sang ayah telah tiada.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, serta keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Bagi rekan-rekan yang memiliki kontak langsung keluarga almarhum di Purwakarta, mohon info via DM agar tim dapat segera bersilaturahmi.

Al-Fatihah untuk almarhum Bapak Sumarna. 🤲🏻

Alm. Pak Sumarna.Seorang petugas keamanan yang berangkat bekerja untuk menjaga fasilitas umum, tetapi p**ang dalam keada...
28/07/2026

Alm. Pak Sumarna.

Seorang petugas keamanan yang berangkat bekerja untuk menjaga fasilitas umum, tetapi p**ang dalam keadaan tidak bernyawa.

Jika benar dugaan bahwa peristiwa ini berawal saat beliau menegur aksi vandalisme, maka ini menjadi pengingat bahwa keberanian menegakkan aturan tidak seharusnya dibayar dengan nyawa.

Tidak ada satu pun tindakan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap seseorang yang sedang menjalankan tugasnya.

Kini aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian dan mengungkap seluruh fakta di balik kasus ini. Kita berharap siapa pun yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku, sehingga keluarga almarhum mendapatkan keadilan.

Turut berduka cita untuk keluarga Alm. Pak Sumarna.

Semoga kebenaran segera terungkap, dan semoga peristiwa seperti ini tidak pernah terulang lagi.

27/07/2026

Maling ayam memang salah, tapi apakah nyawa seharga itu?

Melihat tangisan anak kecil yang kehilangan sosok ayahnya secara tragis seperti ini sungguh menyayat hati.

Dibalik dugaan kasus ini, ada fakta pilu: almarhum ternyata sudah 3 hari tidak p**ang ke rumah demi berjuang mencari uang untuk membayar SPP kedua anaknya sebesar 2,7 juta rupiah.

Naas, langkah yang diambil salah hingga berujung tragedi yang amat memilukan.
Betul, tindakan mencuri itu tetaplah sebuah kesalahan yang harus diproses secara hukum.

Namun, membantai dan menghakimi seseorang sampai hilang nyawanya bukanlah jalan keadilan.

Ironisnya, di negeri kita, pelaku kejahatan kecil rakyat jelata sering kali dihancurkan sampai tak tersisa. Sementara mereka yang mencuri miliaran uang rakyat justru masih bisa tersenyum manis, menikmati fasilitas, bahkan dihargai saat keluar penjara.

Kesalahan sang ayah tidak boleh merenggut masa depan anak-anaknya.

Sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan, insyaAllah saya bersama tim DRW Foundation akan ikut hadir untuk membantu membiayai kebutuhan sekolah anak-anak almarhum. Bismillah, cita-cita dan pendidikan mereka harus tetap berjalan.

Semoga almarhum diampuni segala dosanya, dan keluarga serta anak-anak yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Mari kita belajar untuk tidak main hakim sendiri. Keadilan harus ditegakkan, tapi kemanusiaan jangan pernah dihilangkan.

(Bagi rekan-rekan yang memiliki kontak langsung keluarga almarhum di Bali, mohon info via DM agar tim DRW Foundation bisa segera bersilaturahmi).

Anak Perempuan Tangisi Meninggalnya Sang Ayah Usai Dikeroyok karena Diduga Mencuri Ayam.Sulit rasanya melihat video ini ...
27/07/2026

Anak Perempuan Tangisi Meninggalnya Sang Ayah Usai Dikeroyok karena Diduga Mencuri Ayam.

Sulit rasanya melihat video ini tanpa ikut merasakan sesak.

Di balik peristiwa yang sedang diproses secara hukum, ada seorang anak kecil yang kehilangan sosok ayahnya. Ada tangisan yang mungkin akan terus ia ingat seumur hidup.

Sering kali, kemarahan yang dilakukan bersama-sama membuat seseorang kehilangan kendali. Emosi yang awalnya ingin memberi pelajaran, bisa berubah menjadi penyesalan yang tidak bisa diputar kembali.

Kalau memang seseorang bersalah, biarlah hukum yang memutuskan. Karena ketika emosi mengambil alih, yang paling menderita justru mereka yang tidak ikut melakukan kesalahan.

Anak-anak tidak memilih dilahirkan dalam keadaan seperti ini. Mereka juga tidak memilih kehilangan orang tua dengan cara yang begitu tragis.

Sebagai seorang dokter, saya percaya bahwa luka bukan hanya ada pada tubuh. Ada luka batin yang jauh lebih dalam, terutama bagi seorang anak yang menyaksikan atau merasakan kehilangan dengan cara seperti ini. Trauma semacam itu bisa membekas hingga dewasa jika tidak mendapatkan pendampingan yang baik.

Mari kita doakan semoga almarhum mendapatkan ampunan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Terutama untuk anak-anaknya, semoga Allah menjaga hati mereka, menguatkan langkah mereka, dan menghadirkan orang-orang baik yang membersamai mereka tumbuh.

Semoga kejadian seperti ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa kemarahan yang tidak terkendali hanya akan melahirkan korban-korban baru.

Turut berduka cita sedalam-dalamnya.

Belakangan ini media sosial ramai membahas seorang anak pejabat di Gayo Lues yang mengunggah aktivitas liburan dan gaya ...
24/07/2026

Belakangan ini media sosial ramai membahas seorang anak pejabat di Gayo Lues yang mengunggah aktivitas liburan dan gaya hidupnya. Unggahan tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat hingga menjadi sorotan nasional.

Di tengah polemik yang berkembang, sang ayah yang menjabat sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues memilih menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab.

Kasus ini bukan sekadar tentang media sosial.

Ini tentang bagaimana sebuah unggahan bisa memengaruhi kepercayaan publik.

Saat banyak masyarakat masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi dan berharap setiap pejabat menjalankan amanah dengan integritas, wajar jika publik menjadi lebih sensitif terhadap hal-hal yang dianggap menunjukkan kemewahan atau ketimpangan. Terlepas dari bagaimana fakta di balik unggahan tersebut, persepsi publik tetap memiliki dampak yang nyata.

Menurut saya, inilah pentingnya etika dalam menggunakan media sosial.

Kita memang berhak membagikan momen bahagia. Namun, kita juga perlu menyadari bahwa setiap unggahan memiliki konteks, waktu, dan konsekuensi.

Semakin dekat seseorang dengan jabatan publik atau profesi yang dipercaya masyarakat, semakin besar p**a tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Karena pada akhirnya, kepercayaan adalah sesuatu yang dibangun dalam waktu yang lama, tetapi bisa terganggu hanya oleh beberapa detik unggahan di media sosial.

Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Bukan karena takut dikritik, tetapi karena setiap jejak digital membawa tanggung jawab.

Bagaimana menurut kamu? Apakah keluarga pejabat publik juga perlu menjaga etika dalam bermedia sosial?

Dugaan Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di TanjungbalaiMedia sosial tengah ramai membahas dugaan keterlibatan seora...
23/07/2026

Dugaan Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Tanjungbalai

Media sosial tengah ramai membahas dugaan keterlibatan seorang guru berstatus PNS di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, dalam kasus kekerasan seksual terhadap seorang murid laki-laki.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan korban dibawa kepada suami guru tersebut untuk mengalami tindakan kekerasan seksual. Korban disebut merupakan seorang anak yatim, sehingga kabar ini memicu perhatian dan keprihatinan masyarakat.

Hingga saat ini, informasi yang beredar masih berupa dugaan. Pihak kepolisian maupun instansi terkait belum menyampaikan keterangan resmi mengenai kronologi maupun penetapan pihak yang bertanggung jawab.

Terlepas dari bagaimana hasil penyelidikan nantinya, satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa kekerasan seksual pada anak dapat meninggalkan dampak yang sangat panjang. Bukan hanya luka fisik, tetapi juga trauma psikologis seperti kecemasan, ketakutan, gangguan tidur, depresi, kesulitan mempercayai orang lain, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD). Karena itu, korban membutuhkan perlindungan, pendampingan psikologis, dan lingkungan yang mendukung proses pemulihannya.

Mari bijak menyikapi informasi yang beredar, tidak menyebarkan identitas korban, serta memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan sebagaimana mestinya.

Menurutmu, apa yang perlu dilakukan agar sekolah menjadi tempat yang lebih aman bagi setiap anak?

23/07/2026

Kata mereka tentang MBG: Ga kemakan, keracunan, jd pakan ternak, basi, dibuang, anak ga doyan, korupsi, sembako naik, kerjaan guru nambah, anggaran pendidikan turun, apa lagi?

Belakangan ini ramai kabar tentang seorang santriwati yang disebut hamil tanpa pernah berhubungan dengan laki-laki. Kasu...
22/07/2026

Belakangan ini ramai kabar tentang seorang santriwati yang disebut hamil tanpa pernah berhubungan dengan laki-laki. Kasus seperti ini tentu mengundang banyak pertanyaan.

Dari sudut pandang medis, kehamilan hanya dapat terjadi jika sel sperma bertemu dengan sel telur hingga terjadi pembuahan. Tanpa proses tersebut, embrio tidak akan terbentuk sehingga kehamilan tidak bisa berlangsung.

Memang ada kondisi yang disebut kehamilan semu (pseudocyesis), yaitu seseorang merasa mengalami tanda-tanda hamil meskipun tidak ada janin di dalam kandungan. Namun kondisi ini berbeda dengan kehamilan yang benar-benar menghasilkan bayi.

Jika benar terjadi persalinan, berarti sebelumnya telah terjadi proses pembuahan. Yang perlu dicari adalah bagaimana proses biologis itu terjadi berdasarkan bukti dan pemeriksaan yang objektif, bukan langsung menyimpulkan sesuatu tanpa dasar ilmiah.

Karena itu, setiap kasus seperti ini sebaiknya ditangani melalui pemeriksaan medis yang menyeluruh, dan bila ada dugaan tindak pidana, perlu juga ditindaklanjuti melalui proses hukum. Tujuannya bukan untuk menghakimi siapa pun, tetapi agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap.

Di dunia medis, setiap kehamilan memiliki mekanisme biologis yang dapat dijelaskan. Jadi, mari kita biasakan menyikapi informasi viral dengan kepala dingin, tidak mudah percaya pada klaim yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan sebelum seluruh faktanya benar-benar jelas.

Kalau menurutmu edukasi seperti ini penting, bagikan konten ini agar semakin banyak orang mendapatkan informasi kesehatan yang benar.

Address

Purworejo
54151

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when dr. Wahyu Triasmara (Dokter Sahabat Anda) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to dr. Wahyu Triasmara (Dokter Sahabat Anda):

Shortcuts

Share

Category