Istriku & Anak-Anakku

Istriku & Anak-Anakku Kerajaanku

01/03/2026

"Anakku, jadilah pria yang tangguh dan bertanggung jawab."

"Kuatkan dirimu saat menghadapi kesulitan, karena itulah yang akan membuatmu berkembang."

"Jadilah seseorang yang berani bermimpi dan memiliki keberanian untuk mengejar mimpimu."

"Kesuksesan hanya dapat dicapai melalui kerja keras, tidak ada jalan pintas."

"Jaga sopan santun, hormati orang lain, dan jadilah pria yang berbudi pekerti baik."

"Jangan pernah menyerah saat menghadapi kegagalan, karena keberhasilan akan datang melalui kegigihanmu."

"Pengetahuan adalah kekuatan, belajarlah dengan tekun dan jadilah seseorang yang cerdas."

"Bersahabatlah dengan orang-orang yang baik, karena mereka akan memengaruhi hidupmu."

"Bersyukurlah atas apa yang kamu miliki, jangan pernah iri dengan apa yang dimiliki orang lain."

"Jangan takut untuk berbuat baik dan membantu orang lain, kebaikan akan selalu kembali padamu."

"Hargai apa yang kamu miliki dan peliharalah apa yang kamu sayangi."

"Berani menghadapi tantangan hidup, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru."

"Hidup itu tidak selalu adil, tapi jadilah pria yang bisa mengatasi segala ketidakadilan."

"Jadilah mandiri dan tangguh, tapi berikanlah kelembutanmu kepada orang yang kamu cintai."

"Sebagai pria, kamu memiliki tanggung jawab untuk melindungi keluargamu."

"Percaya pada dirimu sendiri, karena kamu bisa mencapai hal-hal yang besar."

"Tunjukkan rasa percaya dirimu dalam segala hal yang kamu lakukan."

"Berani bertindak, jangan hanya berbicara tanpa tindakan."

"Jadilah pribadi yang dapat diandalkan dan setia pada kata-katamu."

"Cintailah keluargamu sepenuh hati, karena keluarga adalah yang terpenting dalam hidupmu."

31/12/2025

DIBENTAK ANAK ITU LEBIH SAKIT DARI PADA SAAT MELAHIRKANNYA
“Ibu, masak air Bu. Saya mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta Ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang Ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan suara lembut Ibunya menyahut,

“Iya, tunggu sebentar ya, sayang !”

“Jangan terlalu lama ya Bu ! Soalnya saya ada janji sama teman,” ujar sang anak.

Tidak lama kemudian sang Ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap,” Ibu itu memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada Ibunya,

“Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”

“Mau kemana Nak ?” tanya sang Ibu.

“Saya sudah bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena Ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun.

Beberapa saat kemudian, Ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum... Nak, kamu sudah pulang ? Sudah dari tadi ?”

“Hah, Ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau Ibu mau keluar itu masak dulu…” kata si anak membentak dengan suara sangat lantang.

Sang Ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya,

“Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal ?”

“Meninggal ? Padahal tidak sakit apa- apa kan, Bu ?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang Ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” Ibu memberikan penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada Ibunya,

“Itu artinya, Ibu saat melahirkanku juga begitu ? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga ?"

"Iya anakku. Saat itu Ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, Nak." sang Ibu menjawab.

“Apa itu, Bu ?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit Ibunya saat melahirkan dia.

Sang Ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata,

“Rasa sakit saat Ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang Ibu rasakan saat dirimu membentak Ibu dengan suara lantang, saat itu kau menyakiti hati Ibu, Nak !”

Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada Ibunya.

Masih beranikah Kalian membentak Ibu kalian yang telah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan Kalian...???

Semoga menjadi renungan

Manusia tidak menentukan masa depan mereka, mereka menentukan kebiasaannya,dan kebiasaannyalah yang menentukan masa depa...
18/07/2024

Manusia tidak menentukan masa depan mereka, mereka menentukan kebiasaannya,dan kebiasaannyalah yang menentukan masa depan.

23/04/2023

Saat hidupmu bahagia, ibumu tidak pernah memintamu untuk membagi kebahagiaanmu kepadanya, tapi saat kamu terluka ibumu selalu datang untuk menerima bagian dari lukamu.

23/04/2023

Orangtuamu tidak pernah ingin kamu menjadi seperti mereka tapi mereka ingin kamu menjadi lebih baik dari mereka.

23/04/2023

Saat semua orang menghina dan menjauhimu karena kekalahanmu, tapi saat itu ibumu tidak pernah menjauh atau pun malu untuk tetap bersamamu.

23/04/2023

Menjadi ibu adalah pertaruhan terbesar di dunia. Itu adalah kekuatan hidup yang mulia. Ini sangat besar dan menakutkan, ini adalah tindakan optimisme tanpa batas.

23/04/2023

Ibu adalah orang yang sangat hebat, yang nggak pernah lelah untuk membahagiakan anaknya.

Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tentu sudah tidak bisa diragukan lagi. Beragam cara dilakukan seorang ibu agar a...
23/04/2023

Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tentu sudah tidak bisa diragukan lagi. Beragam cara dilakukan seorang ibu agar anak-anaknya bisa tumbuh menjadi orang yang memiliki budi pekerti baik dan berguna bagi orang lain. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban setiap anak untuk berbakti dan menyayangi seorang ibu.

Mengungkapkan rasa kasih sayang memang terkadang sulit dilakukan, terutama kepada sosok ibu. Biasanya, hal ini terjadi karena sejak kecil tidak terbiasa untuk bersikap terbuka. Oleh karena itu, sudah seharusnya sejak dini seorang anak diajarkan untuk bersikap terbuka di lingkungan keluarga.

Address

Singkawang
79123

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Istriku & Anak-Anakku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Istriku & Anak-Anakku:

Shortcuts

Share