22/09/2020
TUHAN MANA LAGI YANG KAU CARI?
Tersering kita meyakini bahwa Tuhan berada ditempat yang jauh disana. Diatas langit ke tujuh, di singgasananya dll yang ternyata malah membuat diri kita lupa akan ajaran besar yang selama ini sudah diajarkan oleh para Rasulnya.
Nabi Muhammad mengatakan bahwa siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya. Juga pernah disampaikan oleh Isa Al Masih atau Yesus bahwa Allah tidak lebih jauh dari urat leher kita. Disini sebenarnya adalah sebuah gambaran yang cukup jelas bahwa manusia adalah utusan dan kepanjangan tangan dari Tuhan itu sendiri.
Tuhan telah menyampaikan bagaimana cara agar kita bisa menemukanNya. Melalui bahasa-bahasa yang sangat sederhana sekali. Akan tetapi, kita sebagai manusia modern menganggap bahwa sesuatu yang sederhana itu tidak layak untuk dipelajari atau diperjuangkan.
Misal, untuk menjadi manusia yang bersyukur saja kita sering sekali diajari jika mendapat sesuatu sekecil apapun itu harus disyukuri. Bagus gak dengan ajaran seperti ini??
BAGUS!!! BANGET MALAHAN!!!
TAPI... ada TAPINYA...
Sadarkah kita bahwa selama ini kita malah cenderung fokus kepada sesuatu yang datangnya dari luar. Kadang pikiran dan persepsi kita dalam menanggapi suatu ajaran tertentu, tidaklah sesuai dengan maksud dari ajaran tersebut.
Kita cenderung akhirnya berfokus bersyukur jika mendapatkan sesuatu. Dan melupakan bahwa segala kemewahan yang ada dalam diri kita tidak atau lupa untuk disyukuri. Mengapa saya katakan kemewahan??
Coba hal sederhana ini kamu renungkan. Dalam satu hari, pernahkah kamu menghitung berapa liter udara yang kamu hirup agar kamu tetap hidup?? Tahukah kamu jika harga per liter oksigen itu 25.000 rupiah? Dan tahukah kalian dalam satu hari ada berapa liter oksigen yang kamu hirup agar tetap hidup dan waras?
Dalam 1 menit, kamu butuh 7-8 liter udara, jadi dalam satu hari kamu butuh 11.000 liter udara untuk kamu hirup agar tetap hidup. Dan 20% dari udara tersebut adalah oksigen. Berarti dalam 1 hari kamu membutuhkan 2200 liter oksigen. Dan itu juga artinya, kamu perlu uang Rp 55.000.000 untuk seharinya jika seandainya itu disuruh membayar oleh Tuhan.