28/06/2026
Hujan deras mengguyur jalanan desa. Lumpur, genangan air, dan perjalanan yang tidak mudah menjadi bagian dari setiap langkahnya. Namun beliau tetap berjalan, membawa koper kecil berisi trial lens, tas berisi perlengkapan pemeriksaan mata, dan sebuah payung yang melindunginya dari hujan.
Bagi sebagian orang, cuaca seperti ini adalah alasan untuk menunda pekerjaan. Tetapi bagi beliau, masih ada warga yang menunggu untuk diperiksa penglihatannya. Ada kakek, nenek, dan masyarakat yang sulit datang ke kota karena jarak maupun kondisi ekonomi. Karena itulah beliau memilih mendatangi mereka, dari rumah ke rumah.
Setiap langkah yang ditempuh bukan hanya perjalanan, tetapi juga bentuk kepedulian. Senyum warga ketika akhirnya bisa melihat lebih jelas menjadi kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi. Rasa lelah terbayar saat seseorang kembali mampu membaca Al-Qur'an, melihat wajah keluarganya dengan jelas, atau menjalani aktivitas tanpa kesulitan.
Pengabdian sejati bukan tentang bekerja saat keadaan mudah, tetapi tetap hadir saat keadaan sulit. Hujan boleh turun, jalan boleh berlumpur, namun semangat untuk membantu sesama tidak pernah padam.
Semoga kisah sederhana ini mengingatkan kita bahwa sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, jika dilakukan dengan ikhlas, akan selalu membawa manfaat bagi orang lain. ❤️🌧️👓