09/01/2021
ACNE IS A DISEASE!
Hiruk pikuk skincare utk akne di dunia maya tak kalah riuhnya dibandingkan dunia nyata. Apalagi sejak adanya medsos maka segala macam skincare anti acne memenuhi konten2nya.
Sayangnya ada salah kaprah kronis yg berbahaya. Terutama di dunia medsos negri ini. Tiap hari selalu ada review, & juga kebingungan mengisi kolom2 komen. Muncul topik2 aneh yg tak pernah ada di dunia dermatologi.
Istilah2 spt “Fungal Acne”, “Hormonal Acne”, “Purging”, “Breakout”, & msh banyak lagi mencerminkan minimnya pemahaman akan ingredients skincare & akne.
Kata2 tadi sp bisa jadi trend tentu krn kontribusi dari para influencer yg sok tau perihal skincare tadi. Mereka ini dikendalikan oleh industri skincare yg membayarnya.
Tanpa disadari tingkah para influencer ini sp membuat paradigma baru bahwa “akne bisa disembuhkan dg pake skincare”. Tanpa perlu ke dokter.
Para pasien akne yg seharusnya berobat ke dokter kulit jadinya terpengaruh & semakin memperkuat pandangan yg salah tadi. Mereka terpancing utk mencoba2 skincare anjuran para influencer. Nyatanya aknenya tak kunjung sembuh & justru jadi parah.
Padahal akne itu adalah suatu penyakit kulit yg punya komplikasi berbekas bopeng. Bekas ini seharusnya bisa dicegah dg berobat dini ke dokter kulit. Seberat apapun akne itu pasti mampu diatasi oleh dokter kulit.
Padahal “ilmu” skincare para influencer tadi juga jelas tak sebanding dg para dokter kulit. Akne mereka sembuhpun pasti krn dokter kulit. Tp mereka menyembunyikannya & mengaku skincare nya yg “menyembuhkan”. Agar aktingnya lbh meyakinkan & follower nya percaya.
Beberapa dokter kulit sdh berupaya mengingatkan. Tapi jumlah & power of influence nya jelas kalah dibanding para selebgram tadi. Bahkan tak jarang para dokter kulit ini malah di bully oleh oknum selebgram2 haus fulus tadi.
Tak tau sp kpn paradigma “Akne sembuh diobati pakai Skincare” ini akan berakhir. Semoga saja para bisa berpikir lbh panjang lagi. Agar nanti jangan sampai ada paradigma baru lagi bhw orang sakit jantung bisa sembuh dg minum suplemen saja tanpa perlu ke dokter jantung.