12/07/2026
Gerimis Romantis di Kembara dan Latansa 2026
Oleh: Titik K. Anggraini (Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga PKS Jawa Tengah)
Sejak awal direncanakan, Latansa sudah dinanti-nantikan oleh emak-emak di Jawa Tengah. Banyak yang sudah menghubungi secara pribadi untuk menanyakan kepastian waktu pelaksanaan Latansa. Tahu sendiri, kan? Emak-emak adalah yang paling ahli jika ada seruan agenda luar ruangan (outdoor) karena membutuhkan persiapan perbekalan yang matang.
Akhirnya, kepastian itu pun datang. Latansa diadakan pada awal bulan Juli, tepatnya tanggal 4, di Spekta Merbabu, Kabupaten Semarang. Lokasi ini dekat dengan Kota Salatiga, sehingga terbilang aman dan sangat mudah ditempuh. Kami sangat bersyukur karena lokasinya dekat, jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut.
Latansa kali ini sangat istimewa karena dihadiri oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pendamping setia beliau, Ibu Nurul Hidayati. Perjumpaan pertama kali saya dengan Ibu Nurul terjadi sekitar tahun 2013 saat beliau menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat (PP) Salimah, Ibu Ida Nurul Farida menjadi Ketua Salimah Provinsi Jawa Tengah, dan kami menjadi Ketua Salimah di Kota Salatiga.
Setelah hampir 15 tahun tidak berjumpa, akhirnya kami dipertemukan kembali di acara Latansa. Alhamdulillah, kami masih berada dalam lingkaran (circle) yang sama saat ini: Ibu Nurul sebagai Duta Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Nasional, Ibu Ida sebagai Duta RKI Jawa Tengah, dan kami sebagai Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) Jawa Tengah. Masyaallah, selalu ada cerita indah dalam setiap perjalanan dakwah ini.
Teringat sebuah hadis:
βRuh-ruh itu bagaikan prajurit yang berkelompok. Ruh yang saling mengenal akan bersatu, dan ruh yang saling tidak mengenal akan berselisih.β (Hadis Riwayat Bukhari Nomor 3336 dan Hadis Riwayat Muslim Nomor 2638).
Begitulah, meski kami sudah lama tidak bertemu, alhamdulillah kami senantiasa terhubung dan tersambung dalam kebaikan serta ketaatan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala semata, insyaallah.
Suasana menjadi gerimis romantis saat peserta diminta mencari pasangannya yang ikut Kembara dan Latansa. Masyaallah, bahagia sekali rasanya menyaksikan suasana tersebut; melihat pasangan-pasangan dakwah yang saling mendukung (support) dan setia dalam perjalanan dakwah.
Di sisi lain, kami juga menyaksikan sosok ummahat-ummahat tangguh pejuang dakwah. Meskipun separuh jiwanya telah pergi untuk selama-lamanya, beliau tetap memilih setia dan berkontribusi dalam perjalanan dakwah ini. Salah satu sosok yang sangat melekat di hati ummahat Jawa Tengah adalah Ibunda Hajjah Diyah Rahmawati. Ada sesuatu yang spesial hari ini. Ibu Diyah, yang selama ini identik dengan pakaian khasnya berupa gamis hitam dan jilbab putih dalam acara apa pun, pada Latansa kali ini beliau mengenakan jilbab berwarna oranye.
Sambil tersenyum dan memegang jilbab oranyenya, beliau berkata, βMeninggalkan kenyamanan untuk sebuah ketaatan.β Begitulah sosok keteladanan Ibu Diyah. Memimpin tidak sekadar memerintah, tetapi beliau memberikan contoh. Beliau juga menginspirasi melalui kebaikan-kebaikan yang dilakukan dengan mengelola majelis taklim yang jumlah anggotanya mencapai ribuan sampai sekarang.
Begitulah Latansa mengajarkan kita tentang kesiapsiagaan: dalam iman, ilmu, fisik, dan pengabdian. Jangan biarkan semangat ini padam. Rawat ukhuwah, tetap belajar, dan terus berkontribusi di dalam keluarga serta masyarakat. Kita bukan hanya perempuan yang hebat berbicara, tetapi perempuan yang siap beramal dan menebar manfaat dalam mencari rida Allah Subhanahu wa Ta'ala.