18/05/2026
Kunci Pembuka Rezeki 1 Bertaubat
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pada suatu hari Nabi sedang duduk bersama para sahabatnya. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki, seraya menanyakan dan mengeluhkan masalah kemiskinan yang menimpa dirinya kepada beliau. Nabi Saw. Bersabda : “Engkau harus beristighfar”.
Beberapa waktu kemudian datang lagi seorang laki-laki lain yang mengeluhkan dan menanyakan masalah anaknya yang sedikit. Beliaupun bersabda : ” Engkau harus beristighfar”
Kemudian setelah kejadian itu Abu Hurairah ra. berkata : “wahai Rasul Allah Saw. Penyakitnya bermacam-macam, tetapi obatnya hanya satu”.
Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Bacalah firman Allah Ta'ala,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ (۱۰
يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ (۱۱
وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ (۱۲
“Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, (10) niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, (11) dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan [p**a di dalamnya] untukmu sungai-sungai. (12)” (QS. Nuh : 10-12)
Adapun hadits yang berhubungan dengan ayat tersebut,
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أكْثَرَ مِنَ الاسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam: "Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad)
Dari ayat di atas dapat kita ketahui bahwa istighfar dan taubat adalah salah satu di antara kunci rezeki. Tetapi jangan sampai tujuan utama dari beristighfar dan bertaubat adalah agar mendapatkan rezeki, karena akan menodai keikhlasan.
Kalau seseorang niatnya seimbang antara agar diberikan ganjaran ukhrawi dan ganjaran duniawi maka hanya akan mengurangi pahala keikhlasan. Tetapi, jika yang lebih besar niatnya adalah agar mendapatkan ganjaran duniawi, maka ia bisa tidak memperoleh ganjaran ukhrawi, bahkan dikhawatirkan akan menyeretnya kepada dosa. Sebab ia telah menjadikan ibadah yang semestinya karena Allah, malah dijadikan sarana untuk mendapatkan dunia yang rendah nilainya.
Syarat taubat agar diterima
Adapun syarat bagi orang bertaubat diantaranya adalah
Menyadari kesalahan yg dilakukan.
Menyesali kesalahan
Memohon ampunan kepada Allah Swt disertai keyakinan yg kuat bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya
Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan dan dosa yg sama.
Senantiasa berusaha melakukan kebaikan dan amal saleh.
Tetap komitmen dan konsisten (istiqomah) di jalan yg benar dan diridhai Allah Swt.