20/12/2025
Materi ini menjelaskan definisi dan klasifikasi cacing (parasit) yang menginfeksi manusia.
Helmintolologi dibagi menjadi Filum (Nematoda) dan Filum (Trematoda dan Cestoda).
Definisi dan Klasifikasi Helmintologi
Helmintologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan (parasit) berupa cacing. Helmintologi medik secara spesifik mempelajari cacing yang berperan dalam bidang kesehatan dan menginfeksi manusia.
Filum Nemathelminthes (Cacing Gilik)
Nematoda diklasifikasikan berdasarkan habitatnya dalam tubuh inang, yaitu di jaringan atau di usus.
Kategori Spesies Umum
Habitat seperti Trichinella spiralis, Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori, Loa-Loa, Dracunculus medinensis, Onchocerca volvulus, Mansonella ozzardi Hidup di jaringan lain seperti pembuluh limfatik, kulit, dan mata.
Habitat seperti Ascaris lumbricoides (cacing gelang besar), Trichuris trichiura (cacing cambuk), Oxyuris vermicularis (Enterobius vermicularis / cacing kremi), Ancylostoma duodenale (cacing tambang), Necator americanus (cacing tambang), Strongyloides stercolaris, Toxocara canis Hidup di usus manusia.
Filum Platyhelminthes (Cacing Pipih)
Platyhelminthes dibagi menjadi dua kelas utama yang bersifat parasit, yaitu Trematoda (cacing daun) dan Cestoda (cacing pita).
Kelas Ciri Khas Spesies Umum Berbentuk seperti daun, tidak bersegmen, dan memiliki alat hisap.
Contoh Spesies hermaprodit: Fasciola hepatica, Fasciolopsis buski (trematoda usus terbesar), Clonorchis sinensis, Paragonimus westermani.
Contoh Spesies gonokoristik: Schistosoma mansoni, Schistosoma japanicum, Schistosoma haematobium
Berbentuk seperti pita, bersegmen (proglotid), dan memiliki kait atau pengisap pada kepala (skoleks) untuk menempel. Contoh : Taenia saginata (cacing pita sapi), Taenia solium (cacing pita babi), Hymenolepsis nana, Hymenolepsis diminuta, Echinococcus granulosus.
Materi ini memberikan ikhtisar yang jelas tentang berbagai cacing parasit yang penting dalam studi kesehatan.