10/06/2026
Telangiectasia dan spider vein bukan hanya masalah pembuluh darah di permukaan kulit. Pada kasus melasma tertentu, pembuluh darah ini justru menjadi “supplier” nutrisi yang mempertahankan inflamasi dan pigmentasi melasma.
Karena itu, menghilangkan telangiectasia terlebih dahulu menjadi langkah penting sebelum melakukan terapi melasma menggunakan Q-Switched Nd:YAG ataupun Pico laser.
Masalahnya, tidak semua vascular laser memiliki kemampuan penetrasi yang sama.
Laser 532 nm (green laser) dan yellow laser 577–595 nm hanya bekerja optimal pada pembuluh darah yang dangkal dengan diameter kecil. Semakin dalam dan semakin besar diameter pembuluh darah, semakin rendah efektivitasnya.
Pada kulit tipe Asia seperti kulit sawo matang dan kulit hitam, penggunaan laser 532 nm juga memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan burn dan PIH karena absorpsi melanin yang tinggi.
Untuk telangiectasia yang lebih dalam dan diameter pembuluh darah yang lebih besar, panjang gelombang 940 nm dan 1064 nm memberikan penetrasi lebih dalam dengan keamanan lebih baik pada kulit Asia karena absorpsi melaninnya lebih rendah.
Menariknya, laser dengan penetrasi dalam bukan hanya efektif untuk pembuluh darah besar dan dalam, tetapi juga tetap mampu menangani telangiectasia dangkal ≤0.3 mm.
Jadi menurut Anda, lebih menguntungkan laser dangkal atau laser dengan penetrasi lebih dalam?
Mau belajar ilmu laser lebih mendalam?
Follow IG dan .id
Info lebih lanjut
0851 7444 1168
www.espro.co.id