21/05/2026
GERD adalah singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease, dalam bahasa Indonesia disebut penyakit refluks gastroesofageal atau sering dikenal sebagai asam lambung naik kronis.
Ini terjadi ketika isi lambung (terutama asam lambung) sering naik kembali ke kerongkongan/esofagus sehingga menimbulkan keluhan dan iritasi.
Bagaimana GERD Terjadi?
Di antara kerongkongan dan lambung ada katup otot bernama Lower Esophageal Sphincter (LES).
Normalnya katup ini:
* terbuka saat makanan masuk ke lambung,
* lalu menutup rapat kembali.
Pada GERD, katup ini:
* melemah,
* terlalu sering terbuka,
* atau tekanannya rendah,
sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.
Gejala GERD
Gejala paling khas:
* rasa panas/perih di dada (heartburn),
* asam atau makanan terasa naik ke mulut,
* rasa pahit atau asam di tenggorokan.
Gejala lain:
* mual,
* kembung,
* sering sendawa,
* nyeri ulu hati,
* tenggorokan terasa mengganjal,
* batuk kronis terutama malam,
* suara serak,
* sulit menelan,
* dada terasa terbakar setelah makan,
* gejala memburuk saat berbaring.
Faktor Risiko GERD
Beberapa hal yang dapat memicu atau memperberat:
* makan terlalu banyak,
* langsung tidur setelah makan,
* obesitas,
* merokok,
* stres,
* kehamilan,
* konsumsi kopi berlebihan,
* makanan pedas,
* makanan berlemak,
* soda,
* alkohol.
Obat tertentu juga bisa memperburuk GERD, misalnya:
* beberapa obat penenang,
* obat tekanan darah tertentu,
* anti nyeri tertentu.
Saat Gerd muncul jangan panik!
di RSU MAGUAN HUSADA ada IGD 24 yang siap membantu penanganan GERD jika sewaktu-waktu muncul.