RYL Academy

RYL Academy Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia yang berbasis pengembangan Mental dan Karakter

04/09/2026

Pernah nggak kamu bertanya,
“Kenapa aku bisa bereaksi sebesar ini terhadap sesuatu yang kelihatannya sederhana?”

Kadang, yang kita hadapi hari ini bukan hanya tentang apa yang terjadi hari ini.

Ada pengalaman lama yang mungkin pernah membuat kita takut, terluka, merasa tidak dipercaya, atau merasa tidak berdaya.

Pengalaman itu mungkin sudah bertahun-tahun berlalu.
Tapi emosi yang belum sempat diproses bisa tetap memengaruhi cara kita merespons sesuatu di masa sekarang.

Seperti sebuah pohon.

Apa yang terlihat adalah buahnya.
Tapi akarnya berada jauh di dalam tanah.

Begitu juga dengan diri kita.
Reaksi yang muncul hari ini mungkin hanya “buah” dari pengalaman yang pernah kita lalui.

Bukan berarti semua masalah pasti berasal dari masa lalu.
Tapi terkadang, memahami akar dari sebuah emosi bisa membantu kita memahami diri dengan lebih utuh.

Karena healing bukan tentang menghapus apa yang pernah terjadi.

Tapi tentang belajar memahami, menerima, dan melepaskan luka yang masih kita bawa.

Mungkin sudah waktunya kita tidak hanya bertanya, “Kenapa aku seperti ini?”
Tapi juga bertanya, “Apa yang sebenarnya pernah terjadi padaku?”


01/09/2026

Tebak habis berapa piring?

Tulis di kolom komen 👇

01/09/2026

Kami percaya, bicara tentang kesehatan mental bukan sekadar membuat konten yang terlihat menarik atau terdengar “relate”.

Ada tanggung jawab di dalamnya.

Karena bisa jadi, di balik satu layar yang sedang menonton, ada seseorang yang sedang berjuang memahami dirinya sendiri.

Jadi kalau suatu hari kamu melihat kami duduk berjam-jam, membaca, berdiskusi, menyusun materi, take ulang, bahkan memikirkan satu kalimat berkali-kali…

ya, memang seserius itu.

Karena kami tidak hanya ingin membuat konten.

Kami ingin membuat edukasi yang layak untuk dipercaya.

Ikuti terus konten edukasi dari kami.

Follow:
Healing Sunday
Mery Naomi Laurens, SE, C.MP
May-tho Mania

31/08/2026

Jangan paksa dirimu untuk melupakan sesuatu hanya karena itu pernah menyakitimu.

Karena semakin kita memaksa untuk lupa, terkadang justru semakin sering pikiran kembali ke sana.

Sama seperti luka di tubuh. Ketika sudah sembuh, bekasnya mungkin masih ada. Kita masih bisa melihat bahwa luka itu pernah terjadi, tetapi rasa sakitnya sudah tidak lagi terasa seperti dulu.

Begitu juga dengan luka emosional.

Sembuh bukan berarti menghapus peristiwa dari ingatan.
Sembuh adalah ketika kita bisa mengingatnya tanpa kembali tenggelam dalam rasa sakit yang sama.

Jadi, mungkin yang perlu kita lepaskan bukan ceritanya, tetapi beban emosi yang masih kita bawa dari cerita itu.

Kamu pernah mengalami sesuatu yang sudah kamu lupakan, tapi ternyata emosinya masih terasa?

Makan gak makan yang penting ngopi ☕️
27/08/2026

Makan gak makan yang penting ngopi ☕️

27/08/2026

Kadang yang paling melelahkan bukan karena kita tidak tahu apa yang kita mau.

Tapi karena setiap kali ingin memilih jalan sendiri, muncul rasa takut:
“Kalau aku berbeda dengan orang tua, apa aku anak durhaka?”

Padahal, menjadi anak yang berbakti bukan berarti harus selalu punya pilihan yang sama dengan orang tua.

Kita tetap bisa menghormati, mendengarkan, dan menghargai mereka—tanpa harus kehilangan hak untuk menentukan hidup kita sendiri.

Karena hidup ini juga akan kita jalani.
Dan pilihan yang kita ambil, pada akhirnya, menjadi tanggung jawab kita.

Boleh berbeda pilihan. Yang penting, jangan sampai kehilangan diri sendiri hanya demi memenuhi ekspektasi orang lain.

Konsultasikan apa yang sedang kamu rasakan ke Healing Sunday

Address

Jl. Suryodiningratan No. 26 Mantrirejon
Yogyakarta City
55141

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RYL Academy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share