25/04/2025
Jadi gini, dari kecil, mungkin TK dan SD, (alm) bapak itu rutin ngisi pengajian atau tausiyah di Masjid Komplek Pertamina Cirebon. Kalau ngisi, pasti dijemput, dan saat itu dijemput pakai Panther. Sesekali saya ikut, ada 2 pengalaman yang mempengaruhi hidup saya sampai saat ini, pertama kecintaan saya terhadap studi Islam, khususnya di bidang Filsafat dan antropologi peradaban, mungkin ini karena sering mendengar ceramah (alm) bapak. Kedua, pengalaman kecil naik Panther itu membuat terobsesi untuk punya Panther di kemudian hari. Suaranya garing, berisik, tapi nyaman di dalam.
Tibalah saatnya 2 tahun menikah, akhirnya kesampaian juga mencapai 100 juta pertama, dan dikonversilah menjadi Panther.
Percakapan dengan istri:
👰 : kapan mau ganti mobil lagi?
🤵 : ini Panther gak dijual dan dilepas, kamu mau mobil apa emang?
👰 : HRV
🤵 : oh ok, Insha Allah kekumpul uangnya, sabar dulu ya. Cash ya.
👰 : gak bakal kekumpul kalau tiap bulan ngurusin Panther terus.
🤵 : yasudah ok, servis rutin dan benerin yang inti aja jika ada kerusakan, impian modifikasi mesin dan eksteriornya nanti lagi kalau kamu sudah punya HRV.
Setiap orang pasti punya mobil impian. Impian akan barang kepunyaan itu sifatnya Konsumtif, bukan produktif, apalagi mobil yang tiap tahun mengalami penurunan nilai. Maka jangan sekali-kali berhutang, kecuali meminjam untuk keperluan produktif (usaha) itupun diperhatikan prinsip syari'ahnya dan diperhitungkan kemungkinan laba usaha dan bayar bagi hasilnya.
Orang yang cerdas adalah orang yang bisa menunda kepuasan sambil berusaha mendapatkan kepuasan itu dengan jalan yang paling minimal risiko.
Terimakasih Panther yang selalu menemani selama hampir 4 tahun terakhir, semoga usiamu akan terus panjang. Terimakasih Istri yang selalu memahami obsesi suaminya.