31/05/2026
Lingkungan kerja yang sehat bukan hanya tentang produktivitas, tetapi juga tentang kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan.
Dalam artikel terbarunya, Dr. Chow Sze Loon, Konsultan Dokter Kesehatan Masyarakat & Dokter Kesehatan Kerja di Penang Adventist Hospital, membahas bagaimana kebiasaan merokok dan va**ng di tempat kerja dapat mencerminkan masalah yang lebih dalam seperti stres, burnout, pengaruh sosial, dan kesalahpahaman mengenai penggunaan nikotin.
Masih banyak yang percaya bahwa va**ng tidak berbahaya atau nikotin dapat membantu mengurangi stres. Namun, penggunaan nikotin dalam jangka panjang tetap memiliki risiko kesehatan serius, termasuk kanker paru-paru dan penyakit kardiovaskular.
Menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan. Edukasi di tempat kerja, kesadaran sejak dini, program wellness yang suportif, serta mendorong cara mengatasi stres yang lebih sehat memiliki peran penting dalam membantu karyawan membuat keputusan yang tepat terkait kesehatan mereka.
Dengan menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan sadar kesehatan, organisasi dapat lebih menjaga kesehatan fisik maupun mental para karyawannya.
Di Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini, mari terus meningkatkan kesadaran, mendorong pilihan hidup yang lebih sehat, dan saling mendukung menuju masa depan bebas asap rokok.
π Baca artikel lengkap oleh Dr. Chow:
https://focusmalaysia.my/smoking-and-va**ng-at-work-may-be-warning-signs-of-deeper-workplace-stress/
Rising ni****ne use among employees may reflect more than personal habit, according to a growing occupational health perspective that links smoking and va**ng to workplace stress.