02/07/2025
Hari ini, di sesi terapi, hati saya tersentuh.
Sepasang suami dan isteri yang merupakan datuk dan nenek datang bersama seorang cucu lelaki berusia 10 tahun. Wajah mereka penat, tapi tetap penuh kasih. Cucu mereka merupakan seorang anak istimewa yang telah didiagnosis autism sejak kecil.
Di waktu usia emas, mereka sepatutnya menikmati masa tua dengan tenang. Tapi takdir membawa mereka ke arah yang lebih mencabar dengan membesarkan dua orang cucu, termasuk adik perempuan si kecil tadi.
Ibunya bekerja syif, p**ang hanya untuk berehat. Kepenatan hidup membuatkannya makin jauh dari tanggungjawab sebagai ibu. Ayahnya p**a, hadir hanya sesekali – mungkin ketika rindu mengetuk pintu, mungkin bila tergerak hati.
Maka tinggallah si kecil ini dalam dunia yang sunyi, penuh kekeliruan, dan kadangkala dia terlupa bagaimana rasanya dipeluk ibu dan ayahnya.
Namun, Allah hadirkan dua insan luar biasa merupakan datuk dan neneknya. Mereka bukan sekadar penjaga. Mereka adalah dunia si kecil itu. Mereka yang mendakap saat tantrum melanda. Mereka yang menangis dalam diam ketika keletihan dan kewangan menjadi beban. Mereka yang belajar mengenal autism, satu persatu demi cucu yang tak pernah mereka minta, tapi kini mereka cinta sepenuh jiwa.
Saya hanya mampu memandang dan berkata dalam hati,
"Kuatnya kalian. Muliakah mereka di sisi Allah nanti, hanya Dia yang tahu."
Tapi saya percaya, syurga pasti sedang menanti mereka yang sabar menjaga amanah tanpa suara.
Buat semua datuk dan nenek yang sedang memegang peranan ibu dan ayah – kalian adalah wira. Tak ramai tahu cerita kalian. Tapi hari ini, biarlah kami kongsikan – agar lebih ramai yang sedar:
Kasih sebenar tidak lahir dari darah, tapi dari pengorbanan yang diam-diam merawat luka yang tak pernah kalian tunjukkan.