05/05/2017
Benarkah Daun Yakon Obat Diabetes ?
Tanaman Yakon dapat disebut sebagai daun insulin, nama botaninya Smallanthus sonchifolia, tanaman asal Pegunungan Andes, Peru bisa untuk atasi kencing manis atau diabetes.
Hal ini pertama kalinya dibukukan pada tahun 1615 oleh kolumnis Guaman Poma dari Ayala, ketika ia mendaftarkan Yakon sebagai satu dari 55 tanaman asli dari Andes. Tanaman ini masih termasuk anggota dari keluarga bunga Matahari, dengan daun mirip seledri yang dapat tumbuh hingga 3 meter. Daun dan umbi Yakon telah terbukti memiliki nilai gizi dan obat yang baik untuk dibudidayakan dan diproses menjadi teh, sirup, pudding sampai selai.
Tanaman yakon/Insulin baru dikenal di Indonesia sekitar tahun 2006. Bandung dan Yogyakarta merupakan pusat budidaya yakon/insulin di Indonesia saat ini. Tanaman ini sangat mudah ditanam, hanya dengan cara distek seperti menanam singkong (menancapkan batang yakon ke tanah) maka tanaman akan tumbuh subur dengan sendirinya. Perawatannya pun mudah, cukup disiram pagi dan sore hari. Berdasarkan pengalaman, tanaman yakon tumbuh subur walaupun tidak pernah diberi pupuk. Tetapi faktor kesuburan tanah juga sangat menentukan, mungkin karena kondisi tanahnya masih sangat subur sehingga tanaman pun dapat tumbuh subur tanpa perawatan khusus.
Benarkah Yakon dapat menyembuhkan Diabetes?
Penelitian mengenai tanaman daun insulin ini memang belum banyak di lakukan di Indonesia. Tetapi Menurut Dr. Sri Widowati (peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor), Yakon kaya dengan insulin dimana unit-unitnya mengandung gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat difermentasi oleh usus besar.
Beberapa penelitian di lakukan di luar negeri seperti yang dilakukan oleh Toshihiro Miura dkk dariDepartement of Clinical Nutrition, Suzuka University of Medical Science, Jepang pada tahun 2005. Riset ini dilakukan dengan memberikan ekstrak ethanol daun Tithonia pada tikus penderita Diabetes Mellitus 2 yang memiliki berat badan 20 – 25 gram. Konsentrasi larutan yang digunakan yaitu 100 mg/kg, 500 mg/kg, dan 1.500 mg/kg berat badan. Sebagai kontrol digunakan tikus yang diberi air destilasi 20 ml/kg. Kadar gula darah dalam tubuh tikus diukur setiap minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar gula darah tikus yang diberi ekstrak etanol Tithonia mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol semakin tinggi p**a penuruanan kadar gula darah. Pada konsentrasi ekstrak etanol 1.500 mg/kg mampu menurunkan kadar gula darah tikus yang semula 509±22 mg/dl menjadi 340±14 mg/dl 7 jam pasca perlakuan. Sedangkan pada tikus kontrol kadar gula darahnya tetap.
Juga dari pakar penelitian Yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers, mengungkapkan Yakon sendiri kandungan fruktosanya 35% free dan 25% terikat. Sehingga karbohidrat tetap didapat meskipun konsentrasi gula darah rendah. Keadaan inilah yang mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia (over-aktivitas) dan karenanya dengan konsumsi Yakon tak mungkin meningkatkan kadar gula dalam darah. Itu berarti yakon secara alami terbukti rendah kalori. Diungkapkan p**a apabila sebuah stoples sirup Yakon dibandingkan dengan stoples madu berukuran sama, Yakon mengandung setengah kalori lebih rendah yang mana tidak akan menaikkan level glukosa darah.
Selain itu, oligofructose menghasilkan bakteri menguntungkan dalam usus besar (prebiotik). Sebagaimana kita ketahui, minuman prebiotik modern seperti yogurt harus sengaja ditambahkan kandungan oligofructose-nya untuk mencapai manfaat yang sama, namun Yakon sudah memiliki kualitas sama secara alami. “Ini adalah makanan diet dan makanan diabetes,” kata Michael Hermann. Efek hipoglikemik-penurun gula darah-Yakon juga pernah diuji oleh Manuel J Aybar dari Departamento de Biologia del Desarrollo, Universidad Nacional de Tucuma, Argentina. Sebanyak 20 gram daun Yakon kering dilarutkan pada 200 ml air yang dididihkan selama 20 menit. Setelah dingin, ramuan disaring.
Peneliti Yakon itu juga menemukan jika daun Yakon digunakan sebagai teh, akan memiliki efek untuk mengurangi puncak kadar gula ketika kita menyantap makanan manis atau yang mengandung karbohidrat. Kadar gula yang tinggi merupakan masalah terbesar dari seorang penderita diabetes karena tubuh tidak bisa memproduksi atau menggunakan insulin, hormon yang biasanya digunakan untuk memproses makanan.
Berdasarkan temuan para peneliti tersebut maka benarlah daun insulin sebagai obat diabetes yang ampuh menurunkan kadar gula darah dan aman dalam pemakaiannya karena daun Yakon atau daun insulin ini mengandung kadar gula alami yang rendah.
Sebotol sirup yakon mempunyai kalori separuh dari sebotol madu. Sirup yang terbuat dari umbi yakon juga bermanfaat sebagai prebiotik, yaitu memberi makanan kepada bakteri baik di dalam usus besar sehinga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu sistem pencernaan. Umbi yakon terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah, tetapi umbi yakon tidak terbukti dapat menurunkan kadar gula dalam darah tetapi tidak mengakibatkan peningkatan gula darah
Selain dari umbinya, daun yakon juga mempunyai banyak khasiat, seperti :
Sebagai obat diabetesSebagai penguat hati dan obat masalah hatiSebagai antimikrobial untuk ginjal dan infeksi kandung kemihSebagai antioksidan (terutama pada hati)Daun yakon/insulin dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Dan dapat meningkatkan efek insulin dan obat diabetes sehingga bagi pemakai daun yakon perlu dilakukan pengecekan kadar gula darahnya sebelum dan selama pemakaian daun yakon/insulin.
Dapatkan tes diabetes berkualitas dan harga murah yang mudah Anda dapatkan disini
Daun yakon dapat dikonsumsi seperti meminum jamu dengan cara dikeringkan dahulu atau daun segar direbus kemudian airnya diminum 2 sampai 3 kali sehari satu cangkir. Di Indonesia sudah ada yang menjual teh yakon/insulin, yaitu daun yakon yang sudah dikeringkan sehingga memudahkan konsumen untuk meminumnya.
Berdasarkan pengalaman yang telah memakainya hanya dengan merebus 5 lembar daun yakon segar dengan air 2 gelas sampai air yang tersisa hanya 1 gelas. Kemudian airnya diminum 2 kali sehari satu gelas. Turunnya kadar gula darah tergantung dari penderita diabetes itu sendiri, oleh karena itu perlunya pemantauan kadar gula darah selama meminum yakon/insulin, bila kadar gula darah sudah normal maka konsumsi daun yakon/insulin harus dihentikan.